5 Tips Pembibitan Tanaman Jahe

5 Tips Pembibitan Tanaman Jahe

5 Tips Pembibitan Tanaman Jahe

5 Tips Pembibitan Tanaman Jahe
5 Tips Pembibitan Tanaman Jahe

Berikut admin paparkan 5 Tips Pembibitan Tanaman Jahe.

Persyartan Bibit Jahe

Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik,Mutu fisiologik (Persentase tumbuh tinggi) Dan mutu fisik. Mutu fisik adalah bibit bebas hama dan penyakit. Kemudian rimpang untuk di jadikan benih sebaiknya mempunyai 2-3 bekal mata tunas dengan bobot sekitar 25-60 g untuk jahe putih besar. 20-40 g untuk jahe putih kecil dan jahe merah. Dan kebutuhab jahe per ha untuk jahe putih besar (Panen tua) membutuhkan benih 2-3 ton/ha dan 5 ton/ha untuk jahe putih besar panen muda. Sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1-1,5 ton.

Teknik Penyemaian Bibit

Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman seragam, Bibit jangan langsung di tanam, Sebaiknya terlebih dahulu di kecambahkan. Dan penyemaian bibit dapat di lakukan dengan peti kayu atau di taruh di atas Bedengan.

Penyemaian Pada Peti Kayu

Rimpang jahe yang baru di panen di jemur sementara (Tidak Sampai Kering) Kemudian di simpan sekitar 1-1,5 bulan, Dan patahkan rimpang tersebut dengan tangan di mana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas, Dan di jemur ulang 1/2-1 hari.

Kemudian potongan bakal bibit tersebut di kemas ke dalam karung beranyaman jarang, Lalu di celupkan kedalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit, kemudian di keringkan. Setelah itu di masukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu seperti sebagai berikut pada bagian dasar peti kayu di letakkan bakal bibit selapis. Kemudian di atasnya di beri Abu gosok atau sekam padi. Setelah 2-4 minggu, Bibit jahe siap di semai.

Penyemaian Pada Bedengan

Buat rumah penyemaian sederhana yang berukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (Kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Dan buat bedengan dari tumpukan dari jerami setebal 10 cm. Kemudian rimpang bakal bibit di susun pada bedengan jerami, Lalu di tutup dengan jerami tersebut. Kemudian diatasnya di beri rimpang tutup dengan jerami, Demikian seterusnya. Sehingga di dapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat di lakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali di semprot dengan fungisida. Dan setelah 2 minggu yang biasanya rimpang telah bertunas. Bibit yang telah bertunas di pilih agar tidak terbawa bibit yang berkualitas rendah. Bibit hasil seleksi tersebut di patah-patahkan dengan tangan, Dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya mencapai 40-60 gram.

Penyiapan bibit

Sebelum di tanam bibit harus di bebaskan dari ancaman penyakit dengan dengan cara bibit tersebut di masukkan kedalam karung dan di celupkan kedalam larutan fungisida sekitar 8 Jam. Kemudian bibit di jemur sekitar 2-4 Jam. Jika telah sekesai bibit siap di tanam.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id