Pendidikan

Aliran-Aliran Dalam Tasawuf

Aliran-Aliran Dalam Tasawuf

  1. Tasawuf Sunni

Tasawuf sunni ialah aliran-aliran tasawuf yang berusaha memadukan aspek hakekat dan syariat, yang senantiasa memelihara sifat kezuhudan dan mengkonsentrasikan pendekatan diri kepada Allah, dengan berusaha bersungguh-sungguh berpegang teguh terhadap ajaran Al-Qur’an, Sunnah dan Sirah para sahabat. Dalam kehidupan sehari-hari para pengamal tasawuf ini berusaha untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat keduniawian, jabatan, dan menjauhi hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadahnya.[1]

  1. Tokoh-tokoh Ajaran Tasawuf Sunni

1)        Hasan Al-Basri

Hasan Al-Basri yang nama lengkapnya Abu Said Al-Hasan bin Yasar adalah seorang zaid yang sangat mashyur yang dilahirkan di Madina pada tahun 21 H. Hasan Al-Basri wafat pada hari kamis bulan Rajab pada tanggal 10 tahun 110 H (728). Hasan Al-Basri adalah seorang sufi Tabi’in, seorang yang sangat taqwa, wara’, dan jahid. Hasan Al-Basri tumbuh dalam lingkungan yang saleh dan mendalami pengetahuan agamanya. Ia menerima hadist dari sebagian sahabat dan menyatakan bahwa Ali Bin Thalib ra.[2]

Adapun ajaran-ajaran tasawuf yang dibawakan Hasan Al-Basri diantaranya:

  1. a)Zuhud (Penyucian jiwa)

Lahirnya gerakan asketisme (zuhud) bentuk awal dari sufisme dalam islam. Gerakan ini mulai muncul secara mencolok, terutama pada zaman dinasti Umayyah dikala pemerintahan islam mengambil bentuk kerajaan. Menurut Nicholas, asketisme (zuhud) merupakan bentuk tasawuf yang paling dini. Jadi sebelum lahirnya tasawuf sebagai disiplin ilmu, zuhud merupakan permulaan tasawuf.

sumber :
https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/