Apakah Murid Bisa Menjalani 3 Hari Waktu Sekolah Usulan Kak Seto
Pendidikan

Apakah Murid Bisa Menjalani 3 Hari Waktu Sekolah Usulan Kak Seto?

Apakah Murid Bisa Menjalani 3 Hari Waktu Sekolah Usulan Kak Seto?

Apakah Murid Bisa Menjalani 3 Hari Waktu Sekolah Usulan Kak Seto
Apakah Murid Bisa Menjalani 3 Hari Waktu Sekolah Usulan Kak Seto

mengatakan “Seharusnya kurikulum itu untuk anak, bukan anak untuk kurikulum.

” Selama semua hal tersebut menjadi muara yang lebih untuk anak, demi kepentingan terbaik anak, dan pemenuhan hak belajar untuk anak. Jadi dengan adanya penerapan tersebut, semua anak-anak menjadi sangat senang belajar, menurut Kak Seto. Kak Seto menyarankan hal tersebut karena beliau mengacu pada lingkungan belajar di sekolah formal yang belum mendorong keinginan belajar anak.

Yang beliau lihat adalah sekolah formal kebanyakan justru membuat anak tertekan dan menjadikan mereka enggan untuk belajar. Menurut beliau, masing-masing anak pasti punya karakter dan kebutuhan yang berbeda. Jadi kurikulum pendidikan yang diterapkan harusnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Itulah usulan 3 Hari Waktu Sekolah yang disampaikan oleh beliau dalam dunia pendidikan.

Dan pada pembahasan kali ini kami akan menanggapi hal tersebut. Mulai dari keuntungan hingga kerugiannya.

Keuntungan Penerapan 3 Hari Sekolah Dalam Seminggu

Sekolah tiga hari adalah ide yang relatif baru dan inovatif yang populer di kalangan siswa dan guru di seluruh Indonesia. Bagi sebagian orang, keuntungan menghadiri sekolah hanya tiga hari per-minggu jauh lebih besar daripada potensi kerugiannya. Penghematan keuangan untuk kabupaten yang melompati kereta musik tiga hari per-minggu bisa luar biasa, terlepas dari ukuran kabupaten. Namun, ada manfaat lain yang berfungsi sebagai motivasi untuk mengadopsi struktur pendidikan baru ini.

1. Moral Guru dan Siswa Menjadi Lebih Baik

Dalam penerapan tiga hari waktu sekolah dalam seminggu di luar negeri, beberapa siswa merasa

memberikan kestigaan untuk istirahat tambahan dan lingkungan yang kurang stres. Keluar sekolah satu hari ekstra per-minggu memungkinkan siswa untuk bersantai atau menjadi lebih produktif. Penerapan format tiga hari sekolah dalam seminggu memberikan peluang untuk hari kerja ekstra di pekerjaan setelah sekolah.

Sehingga mereka bisa terlibat dalam kegiatan sukarela atau mengejar tujuan pendidikan tambahan. Juga, siswa yang menjadi atlet tidak ketinggalan kelas sebanyak dan memiliki lebih sedikit pekerjaan untuk memperbaiki ketika acara terjadi pada hari libur.

 

Baca Juga :