Agama

Arti Sholat, Dalil, Syarat, Rukun & Sunnahnya

Arti Sholat, Dalil, Syarat, Rukun & Sunnahnya

 

Arti Sholat, Dalil, Syarat, Rukun & Sunnahnya

A. Pengertian Shalat

Asal makna shalat menurut bahasa arab adalah “doa”, secara istilah shalat adalah ibadat yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam, dan memenuhi beberapa syarat yang ditentukan. Dalam kitab Ilmu Fiqih Islam Lengkap karya Moh. Rifa’i ditambahkan bahwa shalat adalah menghadapkan jiwa dan raga kepada Allah, karena taqwa hamba kepada Tuhannya, mengagungkan kebesaran-Nya dengan khusyu’ dan ikhlas dalam bentuk perkataan dan perbuatan.

B. Dalil-Dalil Yang Mewajibkan Shalat

Dalil-dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik berupa ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabi SAW.

C. Syarat-Syarat Shalat

1. Syarat-Syarat Wajib Mengerjakan Shalat
a. Suci dari haid dan nifas.
b. Sampai dakwah Islam kepadanya.
c. Berakal.
d. Baligh.
e. Ada pendengaran

2. Syarat-Syarat Sahnya Shalat
a. Suci badannya dari dua hadats, yaitu hadats besar dan hadats kecil.
b. Bersih badan, pakaian dan tempatnya dari najis.
c. Menutup aurat, bagi laki-laki antara pusat daan lutut dan bagi wanita seluruh badannya kecuali muka dan dua telapak tangan.
d. Sudah masuk waktu shalat.
e. Menghadap kiblat.

D. Rukun Shalat

a. Niat, artinya menyengaja di dalam hati untuk melakukan shalat.
b. Berdiri, bagi orang yang kuasa.
c. Takbiratul Ihram
d. Membaca Surat Fatihah
e. Ruku’.
f. I’tidal.
g. Sujud dua kali.
h. Duduk antara dua sujud.
i. Duduk untuk tasyahud pertama.
j. Membaca tasyahud akhir
k. Membaca shalawat atas Nabi.
l. Mengucap salam yang pertama m. Tertib

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/sholat-rawatib/

E. Sunnat-Sunnat Shalat

Ketika selesai shalat fardhu disunnatkan membaca dzikir dan doa. Dan hal-hal yang disunnatkan sebelumnya adalah adzan dan iqamah. Adapun syarat-syarat adzan dan iqamah, yaitu:
1. Orang yang menyerukan adzan dan iqamah adalah mumayyiz.
2. Dilakukan sesudah masuk waktu shalat.
3. Islam.
4. Kalimat adzan dan iqamah berturut-turut.
5. Tertib. Hal-hal yang disunnatkan ketika adzan dan iqamah, yaitu:
1. Menghadap kiblat.
2. Berdiri.
3. Hendaklah dilakukan di tempat yang lebih tinggi.
4. Muazzin sebaiknya orang yang suaranya keras dan indah.
5. Suci dari hadats dan najis.
6. Membaca shalawat nabi setelah selesai adzan.
7. Disunnatkan membaca doa di antara adzan dan iqamah. Hal-hal yang disunnatkan dalam mengerjakan shalat, yaitu:
a. Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram sampai tinggi ujung jari sejajar dengan telinga, telapak tangan setinggi bahu, keduanya dihadapkan ke kiblat.
b. Mengangkat kedua tangan ketika akan ruku’, ketika berdiri dari ruku’, dan tatkala berdiri dari tasyahud awal.
c. Meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri, dan keduanya diletakkan di bawah dada. Menurut sebagian ulama diletakkan di bawah pusat.
d. Melihat ea rah tempat sujud, selain pada waktu membaca Asyhadu Allailaha Illallah dalam tasyahud. Ketika itu hendaklah melihat ke telunjuk.
e. Membaca doa Iftitah sesudah takbiratul ihram, sebelum membaca Al-Fatihah.
f. Membaca A’uzubillah sebelum membaca Bismillah.
g. Membaca Amin setelah membaca Al-Fatihah.
h. Membaca surat atau ayat A-Qur’an bagi imam atau orang shalat sendiri sesudah membaca Al-Fatihah pada dua rakaat yang pertama (ke-1 dan ke-2) dalam tiap-tiap shalat.
i. Sunnat bagi makmum mendengarkan bacaan imamnya.
j. Mengeraskan bacaan pada saat shalat Subuh dan dua rakaat yang pertama pada salat Magrib dan Isya, begitu juga salat Jum’at, salat Hari Raya, Tarawih, dan Witir dalam bulan Ramadhan, beralasan dengan amal Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari.
k. Takbir tatkala turun dan bangkit, selain ketika bangkit dari ruku’.
l. Ketika bangkit dari ruku’ membaca SamiAllahhuliman Hamidah.
m. Tatkala I’tidal membaca Rabbanawalakalhamd.
n. Meletakkan dua telapak tangan di atas lutut ketika ruku’.
o. Membaca tasbih tiga kali ketika ruku’.
p. Membaca tasbih tiga kali ketika sujud.
q. Membaca doa ketika duduk di antara dua sujud.
r. Duduk Iftirasyi (bersimpuh) pada semua duduk dalam salat, kecuali duduk akhir.
s. Duduk Tawarruk di duduk akhir.
t. Duduk istirahat (sebentar) sesudah sujud kedua sebelum berdiri.
u. Bertumpu pada tanah tatkala hendak berdiri dari duduk.
v. Memberi salam yang kedua, hendaklah menoleh ke sebelah kiri sampai pipi yang kiri itu kelihatan dari belakang.
w. Ketika memberi salam hendaklah diniatkan memberi salam kepada yang di sebelah kanan dan kirinya, baik terhadap manusia maupun malaikat.