Aspek permodalan koperasi
Fashion

Aspek permodalan koperasi

Aspek permodalan koperasi

  1. Arti Modal Bagi Koperasi

Dalam bab II, telah disebutkan bahwa dalam pemberian definisi dari koperasi, Prof. R. S. Soeriaatmadja telah memberikan penekanan pada “ koperasi adalah kumpulan dari orang-orang …..”.

Maksud dari pemberian penekanan tersebut adalah untuk menjelaskan bahwa koperasi itu bukanlah kumpulan dari modal (pemodal), seperti halnya pada perseroan terbatas, dimana besar kecilnya modal yang ditanam oleh peserta atau pemilik modal tersebut menentukan besar kecilnya hak suara seseorang anggota dalam kebijaksanaan dan dalam pengelolaan usaha perusahaan.

Modal jangka panjang diperlukan untuk penyediaan fasilitas fisik bagi koperasi, seperti untuk pembelian tanah, gedung, mesin-mesin dan kendaraan-kendaraan yang diperlukan oleh koperasi.

Modal jangka pendek diperlukan oleh koperasi untuk membiayai kegiatan operasional koperasi, seperti gaji, pembelian, bahan baku, pembayaran pajak dan asuransi, biaya penelitian, dsb. Dalam koperasi tersebut adalah koperasi simpan pinjam modal ini  diperlukan untuk pemberian pinjaman kepada anggota-anggota, modal kerja ini disebut juga sebagai circulating capital.

Dana pendirian atau pengorganisasian (organizational funds) digunakan untuk membiayai pengeluaran koperasi selama dalam proses pendirian atau pengorganisasian, sebelum organisasi bisa beroperasi seperti untuk izin pendirian, izin usaha, pembuatan anggaran dasar dan rencana kerja, dsb.

Menurut klasik, modal diartikan sebagai hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembangannya, pengertian modal mengarah kepada sifat non-physical, dalam arti modal ditekankan kepada nilai, daya beli atau kekuasaan memakai atau menggunakan yang terkandung dalam barang modal.

Ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh koperasi dalam kaitannya dengan permodalan, yaitu :

  1. Bahwa pengendalian dan pengelolaan koperasi harus tetap berada ditangan anggota dan tidak perlu dikaitkan dengan jumlah modal atau dana yang bisa ditanam oleh seseorang anggota dalam koperasi (member investors) dan berlaku ketentuan, satu anggota satu suara.
  2. Bahwa modal harus dimanfaatkan untuk usaha – usaha yang bermanfaat bagi anggota.
  3. Bahwa kepada modal hanya diberikan balasan jasa yang terbatas. Ini adalah sesuai dengan asas koperasi yaitu: “limited returns on ekuity capital”.
  4. Bahwa untuk membiayai usaha – usaha nya yang efisien, koperasi pada dasarnya membutuhkan modal yang cukup.
  5. Bahwa usaha – usaha dari koperasi harus dapat membantu pembentukan modal baru .
  6. Bahwa kepada saham koperasi (share), yang di Indonesia adalah ekuivalen dengan simpanan  pokok, tidak bisa diberikan suatu premis diatas nilai nominalnya, meskipun seandainya nilai bukunya bisa saja bertambah.

 

Sumber :

https://okabawes.co.id/lg-q6-mulai-pemasaran-global/