Umum

Bidang Ilmu Pengetahuan Dinasti Ustmani

Arsitektur tata kota Dinasti Usmani

Dalam pembentukan tata kota yang indah, sultan memerintah Sinan untuk melakukan studi banding ke Eropa guna mempelajari desain tata ruang kota yang baik dan indah. Sekembalinya dari Eropa, Sinan melakukan serangkaian perombakan tata kota Dinasti Usmani. Hasil tata kota yang dilihat Sinan di Eropa kemudian dipadukan dengan nilai seni yang berdasarkan ajaran Islam. Akumulasi ini menghasilkan desain tata kota Dinasti Usmani yang indah. Dimana-mana terlihat tumbuhan hijau yang diperuntukan sebagai paru-paru kota. Desain yang diterapkan Sinan menambah harmonisnya pembangunan fisik pemerintahan Usmani.
Perkembangan arsitektur pada masa Dinasti Usmani, tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor yang ikut mempengaruhi. Pertama, fleksibelitas dan sikap inklusifitas Islam terhadap kebudayaan lokal. Kedua, pengaruh sosial politik kenegaraan yang menunjang. Ketiga, tingkat ekonomi dan pendidikan masyarakat yang tinggi. Keempat, semakin tingginya teknologi pembangunan. Kelima, keikutsertaan penguasa dalam mengembangkan peradaban Islam.

• Bidang Ilmu Pengetahuan

Dinasti Ustmani mengantarkan pada pengorganisasian sebuah sistem pendidikan madrasah yang tersebar luas. Madrasah Ustmani pertama didirikan di Izmir pada tahun 1331, ketika itu sejumlah ulama’ didatangkan dari Iran dan Mesir untuk mengembangkan pengajaran Muslim di beberapa teritorial yang baru. beberapa Sultan masa belakangan mendirikan beberapa perguruan di Bursa, Edirne, dan di Istanbul. Pada akhir abad limabelas beberapa perguruan ini disusun dalam sebuah hirarki yang menentukan jenjang karir bagi promosi para ulama’ besar.
Perguruan yang dibangun oleh Sulaiman pada tahun 1550 dan 1559 benar-benar menjadi perguruan yang tinggi rankingnya. Ranking di bawahnya adalah sejumlah perguruan yang didirikan oleh para Sultan terdahulu dan menempati ranking di bawah beberapa perguruan tersebut adalah sejumlah perguruan yang didirikan oleh kalangan pejabat negara dan ulama’, madrasah tidak hanya diorganisir secara ranking, tetapi juga dibeda-bedakan berdasarkan beberapa fungsi pendidikan mereka. Madrasah tingkat terendah mengajarkan Nahwu(tata bahasa Arab) dan Sharaf (sintaksis), Manthiq (logika), teologi, astronomi, geometri, dan retorika. Perguruan tingkat tertinggi mengajarkan hukum dan teologi.

2. Bidang Militer dan Pemerintahan
Keberhasilan ekspansi yang dilakukan oleh Dinasti Turki Usmani didorong oleh keunggulan politik para sultannya, keberanian, keterampilan, ketangguhan dan kekuatan militernya yang siap bertempur kapan saja.
• Menata angkatan bersenjata
Kekuatan militer Dinasti Turki Usmani diorganisasi dengan baik dan teratur ketika terjadi kontak senjata dengan Eropa. Pembaharuan dalam tubuh organisasi kemiliteran oleh Sultan Orkhan (1326-1359) sangat berarti bagi pembaharuan militer Dinasti Turki Usmani. Anggota kemiliteran tidak hanya dari orang-orang Islam dan bangsa-bangsa Turki, akan tetapi juga bangsa-bangsa non-Turki yang dimasukkan sebagai anggota, bahkan anak-anak Kristen yang masih kecil diasramakan dan dibimbing dalam suasana Islam untuk dijadikan prajurit. Program ini menghasilakan terbentuknya kelompok militer baru yang disebut pasukan Yenisseri atau Inkisyariah.
Ada juga prajurit dari tentara kaum feodal yang dikirim kepada pemerintah pusat yang disebut pasukan militer Thaujiah. Selain itu, angkatan laut yang memiliki peranan penting dalam perjalanan ekspansi juga dibenahi dan mencapai puncak kejayaan pada abad ke-16. Faktor utama yang mendorong kemajuan di lapangan militer ini adalah tabiat bangsa Turki itu sendiri yang bersifat militer, disiplin, dan patuh terhadap peraturan. Tabiat ini merupakan tabiat alami yang mereka warisi dari nenek moyangnya di Asia Tengah.


Sumber: https://bengkelharga.com/