Umum

Cara Penggunaan Kontrasepsi Suntikan

Cara Penggunaan Kontrasepsi Suntikan

  1. Kontrasepsi suntikan DPMA diberikan setiap 3 bulan sekali diberikan dengan cara disuntik intramuskuler dalam didaerah pantat.
  2. Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas alkohol yang dibasahi oleh etil / isopropil alkohol 60-90%. Biarkan kulit kering sebelum disuntik, setelah kulit kering baru disuntik.
  3. Kocok dengan baik, dan hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara, kontrasepsi suntik tidak perlu didinginkan. Bila terdapat endapan putih pada dasar ampul, upayakan menghilangkannya dengan menghangatkannya.

Informasi Yang Perlu Disampaikan

  1. Pemberian kontrasepsi suntikan sering menimbulkan gangguan haid (amenorhea) bersifat sementara dan sedikit sekali mengganggu kesehatan.
  2. Dapat terjadi efek samping seperti peningkatan berat badan, sakit kepala, dan nyeri payudara, efek samping ini jarang tidak berbahaya dan dapat hilang.
  3. Karena terlambat kembalinya kesuburan, penjelasan perlu diberikan pada Ibu usia muda yang ingin menunda kehamilan, atau bagi Ibu yang merencanakan kehamilan berikutnya dalam waktu dekat.
  4. Setelah suntikan dihentikan, haid tidak segera datang. Haid baru datang kembali pada umumnya setelah 6 setelah, selama itu dapat saja terjadi kehamilan. Bila 3-6 bulan haid tidak kunjung tiba, maka segera periksakan ke tempat pelayanan kesehatan untuk dicari penyebabnya.
  5. Bila klien tidak dapat kembali pada jadwal yang telah ditentukan, suntikan dapat diberikan 2 minggu sebelum jadwal. Dapat juga diberikan 2 minggu setelah jadwal asal tidak ada kehamilan.
  6. Bila klien sedang menggunakan salah satu kontrasepsi suntikan dan kemudian meminta untuk diganti dengan kontrasepsi suntikan yang lain, sebaliknya jangan dilakukan. Bila terpaksa dilakukan diberikan sesuai dengan jadwal dari kontrasepsi sebelumnya.
  7. Peringatan Bagi Pemakai Kontrasepsi Progestin
  8. Setiap terlambat haid harus dipikirkan adanya kemungkinan kehamilan.
  9. Nyeri abdoment bawah yang berat kemungkinan gejala kehamilan ektopik terganggu.
  10. Timbulnya abses atau perdarahan tempat injeksi.
  11. Sakit kepala migrain, sakit kepala berulang yang berat, atau kaburnya penglihatan.
  12. Perdarahan berat 2 kali lebih panjang dari masa haid atau 2 kali lebih banyak dalam satu period masa haid.
  13. Bila terjadi hal-hal diatas, hubungan segera tenaga kesehatan atau klinik.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/