perbedaan sosialisme
Pendidikan,Umum

Contoh Makalah Wawasan Nusantara

Contoh Makalah Wawasan Nusantara

perbedaan sosialisme
Dibawah ini admin menyajikan contoh makalah wawasan nusantara dengan judul: Perwujudan Wawasan Nusantara Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Sebagaimana contoh-contoh makalah lainnya pada blog ini, sajian materinya dimulai dari Bab I sampai Daftar Pustaka. Untuk Kata Pengantar Makalah dan kelengkapan makalah lainnya sengaja tidak kami sertakan untuk mengurangi panjang artikel. Semoga dapat membantu dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Wawasan nusantara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mencakup kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan harus tercemin dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. Untuk itu, wawasan nusantara menjadi nilai yang menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada setiap dan strata di seluruh wilayah negara, sehingga menggambarkan sikap dan perilaku, paham serta semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi yang merupakan identitas atau jati diri bangsa Indonesia.

Dalam mewujudkan tujuan nasional banyak mengalami kendala, baik dalam konsep maupun implementasinya. Setiap bangsa memiliki wawasan tersendiri, begitu pun bagi masing-masing negara. Dalam penyelenggaraan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungan dimana negara itu berada yang didasarkan pada hubungan timbal balik dalam semua aspek didalam suatu negara.

Wawasan nasional sangat diperlukan oleh tiap bangsa atau negara dalam upaya untuk menyelenggarakan kehidupan nasionalnya. Wawasan nasional ini dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri dari negara yang bersangkutan. Disamping itu kehidupan nasional suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan strategik, karena setiap bangsa harus mampu memberikan implikasi dan inovasi dalam menghadapi atau mengatasi tantangan dan hambatan yang ada pada lingkungan sehingga masing-masing negara dapat mengejar kajayaannya.

Untuk mengejar kejayaannya setiap bangsa juga harus memperhatikan faktor-faktor penting yaitu Bumi, Jiwa dan Lingkungan sekitar. Dimana bumi sebagai tempat atau ruang dimana suatu bangsa bisa menempati untuk bertahan hidup, Jiwa dalam artian sebagai tekat dan semangat dari setiap individu untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.

Wawasan nusantara diharapkan mampu menyatukan pandangan yang berbeda-beda dalam masyarakat dan memberikan solusi untuk mendasari Ketahanan Nasional suatu bangsa, sehingga tujuan nasional dapat terealisir. Dalam Wawasan Nusantara dan Ketahanan nasional sebagai konsep pemikiran bersifat inklusif menerima pembaharuan masukan untuk kepentingan kemajuan bagsa. Menurut pemikiran Rizal Ramli bangsa ini akan cepat makmur jika pemimpin-pemimpin kita melakukan transformasi seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat; baik pemikirannya, seluruh hartanya, Waktu dan tenaganya, segalanya untuk kepentingan rakyat dan bersedia tampil untuk kepentingan rakyat.

Sedang menurut Amin rais dalam orasinya ” Slamatkan Indonesia ” untuk menyejahterakan rakyat perlu penataan negara lebih terencana dan pemimpin-pemimpin bangsa tidak menjadi kaki tangan asing ( komprador) untuk menguras kekayaan bangsa Indonesia. Menurut Hussein Alatas dalam The Sociologi of Coroption (1968) di Indonesia korupsi semakin menggurita yang kalau dibiarkan akan membunuh negara Indonesia sendiri. Prabowo juga mengatakan perlu menihilkan pengangguran dan kemiskinan untuk kesejahteraan rakyat.

Berdasarkan uraian di atas apapun pemikirannya untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang ideal) perlu kesamaan persepsi, kesamaan pandangan, dan kesamaan dalam implementasinya. Konsep Wawasan Nusantara memberikan solusi untuk menyamakan pandangan sehingga dapat mewujudkan Integrasi nasional seperti yang diharapkan bangsa Indosnesia dan integrasi nasional dapat mewujudkan kesejahteraan.

B. Penerapan Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh.

Perwujudan wawasan nusantara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan salah satu proses pendewasaan pendirian manusia secara sistematis, dalam menjalani kehidupan secara bertanggung jawab dan berani mengambil keputusan serta tindakan yang bijaksana sekaligus berani menanggung berbagai konsekuensi yang ditimbulkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam perkembangan dunia sekarang ini banyak dijumpai berbagai macam sikap dan tingkah laku yang kurang bahkan sangat merugikan masyarakat, hal ini juga dipengaruhi dengan kurangnya pengetahuan atau wawasan tentang bagaimana hidup berbangsa dan bernegara yang, baik, sebagaimana tercantum dalam butir-butir Pancasila dan UUD 1945.

Berdasarkan falsafah pancasila bahwa manusia indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, memiliki naluri, ahklak, daya pikir dan sadar akan keberadaanya yang saling terhubung baik itu dengan sesama, lingkungan, alam dan penciptanya, Untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup.

Sebagai manusia yang mengerti akan wawasan nusantara juga diajarkan bagaimana cara agar dapat menerapkannya dalam masyarakat, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, yang sebenarnya sudah mengetahui hal tersebu justru menjadi pemicu terjadinya hal tersebut. Sehingga apa yang dipelajari menjadi sia-sia. Oleh karena itu wawasan nasional indonesia tidak disalah artikan oleh masing-masing individu, tetapi dimengerti dan dijalankan demi terciptanya persatuan dan kesatuan dengan tidak menghilangkan ciri, sifat dan karakter kebhinekaan sebagai unsur pembentuk bangsa yakni suku-suku bangsa, etnis, golongan dan daerah itu sendiri.