Uncategorized

Dampak Perang Uhud Terhadap Perkembangan Ajaran Islam di Jazirah Arab

Dampak Perang Uhud Terhadap Perkembangan Ajaran Islam di Jazirah Arab

Perang Uhud telah memberikan banyak pelajaran bagi kaum Muslimin. Melalui kekalahan kaum Muslimin dalam perang Uhud, Allah ingin menguji keimanan mereka. Perang Uhud telah memberikan pelajaran agar tidak meninggalkan perintah Nabi Muhammad dalam situasi apapun (Majid ‘Ali Khan, 1985: 153-154). Selain itu, perang Uhud juga merupakan pembeda antara orang Kafir.
Setelah perang Uhud Nabi Muhammad SAW banyak melakukan berbagai pembaharuan. Nabi Muhammad berhasil membentuk suatu pemerintahan kesatuan yang berpusat di Madinah. Sperti yang kita ketahui bahwa pada saat itu Bangsa Arab masih mengalami krisis kepercayaan. Banyak diantara mereka yang masih menyembah berhala dan meyakini segala macam tahayul. Dengan hadirnya Nabi Muhammad SAW berhasillah menghapuskan seluruh bentuk kesesatan yang berkembang kala itu. Bangsa Arab mulai meninggalkan kesesatan dan mulai menyembah Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW dapat mengubah kekafiran dan kemusyrikan bangsa Arab menjadi bangsa yang religious sesuai ajran islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Upaya pembaharuan lainnya yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW adalah penghapusan kasta sosial. Nabi Muhammad SAW menghilangkan jurang pemisah antara sesame anggota masyarakat yang hanya didasarkan pada harta kekayaan, jabatan, bahkan keturunan, dan warna kulit.
Nabi mengajarkan kita bahwa sesungguhnya kedudukan manusia itu sama. Nabi Muhammad SAW juga menghapuskan system perbudakan yang merupakan bagian integral dari system peradaban Arab. Aspek lain berkaitan dengan kedudukan sosial wanita. Sebelum islam tumbuh di Jazirah Arab, wanita diperlakukan secara hina. Diseluruh penjuru dunia, wanita hanya dijadikan sebagai pelayan bagi kaum laki – laki. Bahkan dalam bangsa Athena (Yunani), bangsa kuno yang paling berbudaya, seorang istri diperlakukan sperti budak. Melihat kondisi demikian Islam mulai menetapkan sejunlah hak dan keistimewaan bagi wanita. Dalam ajaran Islam, wanita memiliki kedudukan yang sama dengan laki – laki.