Disdikpora Kabupaten Solok Giatkan Pendidikan Berkarakter Bagi Anak Didik

Disdikpora Kabupaten Solok Giatkan Pendidikan Berkarakter Bagi Anak Didik

Disdikpora Kabupaten Solok Giatkan Pendidikan Berkarakter Bagi Anak Didik

Disdikpora Kabupaten Solok Giatkan Pendidikan Berkarakter Bagi Anak Didik
Disdikpora Kabupaten Solok Giatkan Pendidikan Berkarakter Bagi Anak Didik

Pendidikan karakter sangat penting diperhatikan karena  sudah terlalu lama dunia

pendidikan kita hanya fokus menggarap sisi intelektual siswa. Sedangkan pembangunan karakternya kurang diperhatikan.

“Sudah saatnya kita fokus untuk menggarap pendidikan karakter,” ujar  Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Solok, diwakili Kasi kurikulum, Firdaus, ketika membuka kegiatan sosialisasi pendidikan berkarakter bagi pendidik dan tenaga kependidikan di Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Selasa (26/07). Ini penting dilakukan, demi terciptanya bangsa yang maju dan sejahtera yang memiliki kepribadian dan karakter yang kuat dan teguh.

Pendidikan karakter,karaktertidak jelas Firdaus, tidak akan berhasil kalau orang-orang

yang diamanatkan untuk mendidik bukanlah yang berkarakter. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari guru yang berkarakter dan profesional, tambahnya.

Sementara Dr. Rifma, M.Pd, selaku narasumber menekankan, menekankan, pendidikan pendidikan karakter berkaitan erat dengan persoalan hati manusia, bukan persoalan otak (akal) semata. Karena itu tidak dapat diukur dengan angka-angka, seperti selama ini dilakukan. Pendidikan karakter membutuhkan figur yang dapat dijadikan rujukan untuk dicontoh. Ketiadaan figur yang seperti ini membuat pendidikan karakter semakin abstrak.

Menurutnya, membentuk karakter bukanlah sekadar mengajarkan kepribadian.

Sebab, kepribadian tidaklah sama dengan karakter. Strategi pendidikan karakter yang paling sederhana adalah melalui figur. Contoh yang nyata tentang hal ini telah ditunjukkan Allah SWT dalam surah Al-Qalam ayat ke-4.

Strategi pendidikan karakter lainnya yaitu melalui keteladanan, pendidikan yang berkesinambungan, kegiatan intrakurikuler, dan kegiatan ekstrakurikuler. Semua hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh guru yang berkarakter dan profesional tambah Rifma.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/01RIU39eTbO58b6P2A05w