Dosen President University Ciptakan Mesin Pembuat Briket Arang Sekam Bernilai Jual Tinggi

Dosen President University Ciptakan Mesin Pembuat Briket Arang Sekam Bernilai Jual Tinggi

Dosen President University Ciptakan Mesin Pembuat Briket Arang Sekam Bernilai Jual Tinggi

Dosen President University Ciptakan Mesin Pembuat Briket Arang Sekam Bernilai Jual Tinggi
Dosen President University Ciptakan Mesin Pembuat Briket Arang Sekam Bernilai Jual Tinggi

Cikarang – Menjadi salah satu sentra padi di wilayah Pantai Utara Jawa, Kabupaten Bekasi,

khususnya Desa Sukamaju menghadapi tantangan yang perlu segera diselesaikan yaitu pencemaran oleh limbah kulit padi (sekam). Pada saat panen, sekam yang dihasilkan dari proses penggilingan padi seringkali terkena angin dan mengganggu lingkungan.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kesehatan manusia. Selain itu, apabila dijual langsung pun, hasilnya kurang menguntungkan. Menanggapi fakta ini, tim dosen dari President University melakukan penelitian melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Arang Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Sukamaju Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi”.

Diketuai oleh Nanang Ali Sutisna, M.Eng yang merupakan dosen Program Studi Teknik Mesin President University dan beranggotakan Filda Rahmiati, BBA., MBA. dan Grace Amin, S.Psi., M.Psi. yang merupakan dosen Program Studi Manajemen President University, penelitian ini berhasil mendapatkan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Menurut ketiga dosen ini, langkah penting yang harus diambil untuk mengatasi tantangan

yang dihadapi Desa Sukamaju adalah memanfaatkan sekam untuk dijadikan produk yang bernilai jual tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian desa.

Melalui penelitian ini, mereka berhasil membuat alat pembuat arang sekam dan mesin pres briket arang sekam. Briket arang sekam banyak diminati negara-negara seperti Jepang, Arab, Turki, dan beberapa negara lain karena dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak, penerangan, maupun kegiatan industri. Maka dari itu, potensi ekspor briket arang sekam ini menjanjikan.

Acara serah terima dan sosialisasi penggunaan mesin ini dilaksanakan di Kantor Desa Sukamaju, Kabupaten Bekasi pada Senin, 7 Oktober 2019. Acara dihadiri oleh warga, jajaran perangkat desa serta karang taruna dari Desa Sukamaju.

Acara terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama merupakan sosialisasi penggunaan dari alat dan mesin

yang diberikan oleh tim dosen President University. Dalam sesi ini, Nanang menjelaskan dan mempraktekkan langsung cara membakar sekam menggunakan alat yang timnya ciptakan.

“Prinsipnya sederhana. Pembakaran sekam menggunakan alat ini hanya memerlukan waktu 30-40 menit, kemudian sudah siap dicetak dengan mesin pres. Namun sebelum dicetak, arang yang sudah berbentuk serbuk tersebut harus dicampur dengan perekat misalnya tepung tapioca (kanji) baru kemudian dipress atau dicetak untuk selanjutnya dikeringkan,” kata Nanang.

Menurut tim dosen President University, ketersediaan produk tidaklah menjadi nilai jual apabila tidak ada yang membeli produk tersebut. Untuk itu, di sesi yang kedua, Dosen Program Studi Manajemen President University Dr. Ir. Chairy, S.E., M.M. hadir untuk memberikan materi mengenai metode pemasaran yang dapat dilakukan oleh masyarakat Desa Sukamaju.

 

Sumber :

https://scalar.dartmouth.edu/scalar/guest/10-characteristics-and-examples-of-mushroom-like-protists-as-well-as-an-explanation?t=1574608285200