HADITS AHAD
Pendidikan

HADITS AHAD

Table of Contents

HADITS AHAD

HADITS AHAD
Al-Ahad adalah bentuk jamak dari ahad, menurut bahasa berarti al-wahid
atau  satu. Menurut istilah adalah khabar yang jumlah perawinya tidak mencapai
batasan  jumlah  perawi hadits  mutawatir,  baik perawi  itu  satu,  dua,  tiga,  empat,
lima  dan  seterusnya  yang  tidak  memberikan  pengertian  bahwa  jumlah  perawi
tidak sampai kepada jumlah perawi hadits mutawatir “.
Sebagaimana dinyatakan dalam kaidah ilmu hadits :
“Hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir.”
Ada pula yang mengartikan hadits ahad secara singkat, yakni hadits yang
tidak  memenuhi  syarat-syarat  hadits  mutawatir,  hadits  yang  selain  hadits
mutawatir, atau hadits yang sanadnya sah dan bersambung hingga sampai kepada
sumbernya (nabi) tetapi kandungannya memberikan pengertian dzanni  dan tidak
sampai kepada qath i dan yaqin.12

1 1 Ibid, hal. 93

1 2 Drs. Munzier Suparta.MA, Ilmu Hadits, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 20 01, hal 108
Pembagian Hadits Ditunjau Dari Jumlah Perawinya  |  7
Hukum Hadits Ahad :
Para  ulama  sependapat  bahwa  hadits  ahad  tidak  Qath i,  sebagaimana
hadits mutawatir. Hadits ahad hanya memfaedahkan  dzan, oleh karena itu masih
perlu  diadakan  penyelidikan  sehingga  dapat  diketahui  maqbul  dan  mardudnya.
Dan  kalau  temyata  telah  diketahui  bahwa,  hadits  tersebut  tidak  tertolak  (dalam
arti maqbul), maka mereka sepakat bahwa hadits tersebut wajib untuk diamalkan
sebagaimana hadits mutawatir. Bahwa neraca yang harus kita pergunakan dalam
berhujjah dengan suatu hadits, ialah memeriksa “Apakah hadits tersebut maqbul
atau  mardud”.  Kalau  maqbul,  boleh  kita  berhujjah  dengannya.  Kalau  mardud,
kita tidak dapat I tiqatkan dan tidak dapat pula kita mengamalkannya.13
Pembagian Hadits Ahad :
a.  Hadits Masyhur
Mashyur menurut bahasa, ialah al-Intisyar wal-dzuqa   : “sesuatu yang sudah
terbesar  dan  popular”.  Masyhur  bisa  juga  diartikan  dengan  idzhar,  yaitu
tampak / terlihat.
Sedangkan menurut istilah terdapat beberapa definisi, antara lain :
“Hadits  yang  diriwayatkan  oleh  tiga  orang  perawi  atau  lebih  pada  tiap
tingkatan  perawinya  (thabaqah),  namun  tidak  sampai  pada  deraja
baca juga :