Hadits Hasad Yang Di perbolehkan
Agama

Hadits Hasad Yang Di perbolehkan

Hadits Hasad Yang Di perbolehkan

Hadits Hasad Yang Di perbolehkan
Hadits Hasad Yang Di perbolehkan

Hasad yang diperbolehkan

Hasad, iri dan dengki merupakan istilah yang sama. Hasad adalah benci melihat orang lain mendapatkan nikmat dan dia berharap nikmat tersebut di hilangkan dari orang tersebut, walau dia mengharap nikmat tersebut berpindah kepada dirinya maupun tidak. Akan tetapi hasad juga diperbolehkan asalkan tanpa adanya harapan nikmat orang tersebut di hilangkan dari orang tersebut, Hasad tersebut dinamakan ghibtah. Hasad yang di bolehkan ini bermaksud untuk memotivasi seseorang agar tidak mau kalah dalam hal kebaikan, bukan untuk membenci seseorang. Seperti penggalan firman Allah :
فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ
Artinya : “berlomba-lombalah dalam kebaikan.”

Hasad Yang Diperbolehkan

Hasad itu boleh asalkan :
1. Hasad kepada orang yang diberikan Allah harta kemudian di gunakan untuk jalan kebenaran.
2. Hasad kepada orang yang di berikan Allah hikmah(ilmu) kemudian dia mengamalkannya.

Baca Juga: Ayat Kursi

Hadits

Seperti hadits di bawah ini :
سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا (البخاري: العلم: 71)

(BUKHARI – 71) : Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, telah menceritakan kepadaku Isma’il bin Abu Khalid -dengan lafazh hadits yang lain dari yang dia ceritakan kepada kami dari Az Zuhri- berkata; aku mendengar Qais bin Abu Hazim berkata; aku mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh mendengki kecuali terhadap dua hal; (terhadap) seorang yang Allah berikan harta lalu dia pergunakan harta tersebut di jalan kebenaran dan seseorang yang Allah berikan hikmah lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain”.

Hasad yang seperti itulah yang di bolehkan karena hasad kepada dua orang tersebut bisa membuat seseorang menjadi lebih baik dalam kebaikan.