HADITS MUTAWATIR
Pendidikan

HADITS MUTAWATIR

HADITS MUTAWATIR

HADITS MUTAWATIR
Sebelum  kita  bahas  hadits  Mutawatir  lebih  dalam,  sebaiknya  terlebih
dahulu kita mengetahui apa itu hadits Mutawatir ?
Mutawatir menurut bahasa merupakan bentuk isim fa il, pecahan kata dari
tawatara, yang  berarti tataba a  (berturut-turut),  atau muttabi  yakni  yang datang
berikutnya  atau  beriring-iringan  yang  antara  satu  dengan  yang  lain  tidak  ada
jaraknya.2  Sedangkan  pengertian  hadits  mutawatir  menurut  istilah,  terdapat
beberapa definisi, antara lain sebagai berikut :
1  Drs. Munzier Suparta.M.A, Ilmu Hadits, (Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2001), hal.95
2  Mudasir, Ilmu Hadits, (Jakarta : Pustaka Setia, tt), hal.113
Pembagian Hadits Ditunjau Dari Jumlah Perawinya  |  3
“Khabar yang didasarkan  panca indera  yang dikhabarkan oleh sejumlah orang
yang mustahil menurut adat  mereka bersepakat  untuk mengkhabarkan berita itu
dengan dusta.”3
Pendapat yang lain mengatakan :
“Hadits  yang  diriwayatkan  oleh  sejumlah  besar  orang  yang  menurut  adat
mustahil  mereka  bersepakat  terlebih  dahulu  untuk  berdusta.  Sejak  awal  Sanad
sampai akhir Sanad, pada setiap tingkat (Thobaqat ).”4
Secara  definisi  hadits  mutawatir  ialah  :  “Suatu  hadits  hasil  tanggapan
dari  Panca  Indra,  yang  diriwayatkan  oleh  sejumlah  besar  rawi,  yang  menurut
adat kebiasaan mustahil mereka berkumpul dan bersepakat dusta.”5
Secara  garis besar  jika  jumlah  para  sahabat  yang menjadi  rawi  pertama
suatu  hadits  itu  banyak  sekali,  kemudian  rawi  dalam  generasi  tabi in  yang
menerima  hadits  dari  rawi-rawi  generasi  pertama  (sahabat)  juga  banyak
jumlahnya  dan  tabi in-tabi in  yang  menerimanya  dari  tabi in  pun  seimbang
jumlahnya,  bahkan mungkin  lebih  banyak,  demikian  seterusnya  dalam  keadaan
yang  sama  sampai  kepada  rawi-rawi   yang  mendewankan  hadits,  maka  hadits
tersebut dinamakan Hadits Mutawatir.

Hukum Hadits Mutawatir :

Hadits  mutawatir  menunjukan  pada  pengetahuan  yang  sifatnya  pasti
(al-imu  ad-dlaruri),  yaitu  suatu  keharusan  untuk  menerimanya  secara  bulat
sesuatu yang diberitahukan mutawatir karena ia membawa keyakinan yang qath i
(pasti),  dengan  seyakin-yakinnya  bahwa  Nabi  Muhammad  SAW  benar -benar
menyabdakan atau mengerjakan sesuatu seperti yang diriwayatkan oleh rawi-rawi
mutawatir.6 Dengan  kata lain, wajib bagi setiap muslim untuk membenarkannya
secara pasti, sama seperti ia menyaksikan sesuatu dengan mata kepalanya sendiri,
sehingga bagaimana mungkin ia meragukan sesuatu yang telah dibenarkanya.
sumber :