Pendidikan

Hasil Wawancara Implementasi Bimbingan Konseling Dengan Guru Kelas

Hasil Wawancara Implementasi Bimbingan Konseling Dengan Guru Kelas

         Pada hari yang sama yaitu Jum’at, 13 Januari 2017 jam 10.00 WIB  mewawancarai salah satu guru wali kelas IV MI Alkhoiriyyah II Karangpawitan. Dan kamipun mengajukan beberapa pertanyaan yang mengenai bimbingan konseling di MI Alkhoiriyyah II Karangpawitan, hasil pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut.

         Menurut pendapat dari ibu Yusna tentang bimbingan konseling di MI Alkhoiriyyah II Karangpawitan yaitu, disekolah tersebut tidak ada bimbingan khusus konseling, tetapi apabila ada siswa yang bermasalah langsung ditangani oleh wali kelas masing-masing. Jika ada siswa yang masalahnya sudah melewati batas, maka wali kelas akan memanggil orang tua/wali murid. Jika ada siswa yang berbakat didalam kelas, guru wali kelas akan memilihnya untuk memberikan bimbingan khusus dalam mengembangkan bakatnya masing-masing.

         Jika ada siswa yang bermasalah, tindakan saya (Yusna) terhadap mereka adalah memberikan bimbingan serta menanyakan tentang masalah yang mereka lakukan. Jika seandainya masalah yang dilakukan siswa tersebut sudah cukup berat, maka saya  akan memanggil wali murid untuk menanyakan permasalahan yang dilakukan siswa. Bila wali dari siswa tidak menanggapi dengan serius permasalah yang dilakukan siswa tersebut (saat dipanggil tidak datang), maka saya akan mengambil tindakan kepada siswa untuk tidak memberi izin masuk sekolah sebelum orang tuanya menjumpai saya.

         Disekolah ini tidak ada kelompok untuk bimbingan konseling, karena kami tidak pernah ada undangan untuk pelatihan atau seminar bimbingan konseling. Jadi, kami di MI Alkhoiriyyah II Karangpawitan ini jika ada siswa yang bermasalah kami sebagai wali kelas langsung menanggapi dan menyelesaikan masalah yang ada pada siswa tersebut didalam kelas.

         Masalah yang timbul dalam proses belajar mengajar sangat banyak, salah satunya adalah kurang memahami pelajaran yang kami berikan. Dan apabila saya memberikan PR sering saya dapatkan ada beberapa siswa yang tidak mengerjakannya.

         Usaha saya dalam mengatasi masalah siswa dalam belajar adalah pertama saya mengajak mereka untuk mendengarkan nasehat saya terlebih dahulu, kemudian membuat mereka senang belajar dengan saya. Saat dalam pembelajaran saya sering mengguankan metode-metode yang dikemukakan oleh para ahli seperti metode  inkuiri yaitu siswa dapat menemukan  sendiri jawaban dari masalah yang saya berikan. Dan saya membuat pembelajaran menjadi menyenangkan,disitu mereka belajar sambil bermain seperti yang dikemukakan oleh Dienes. ”jika menanyakan tentang kepentingan siswa yang bermasalah dengan siswa yang berprestasi. Menurut saya , saya perlu mementingkan kedua-duanya, karena disini saya tidak hanya berperan sebagai pendidik saja tetapi saya juga berperan sebagai fasilitator”.

sumber :