Hikmah Zakat Fitrah dan Waktu Membayar Zakat Fitrah

Hikmah Zakat Fitrah dan Waktu Membayar Zakat Fitrah

Hikmah Zakat Fitrah dan Waktu Membayar Zakat Fitrah

Hikmah Zakat Fitrah dan Waktu Membayar Zakat Fitrah
Hikmah Zakat Fitrah dan Waktu Membayar Zakat Fitrah

Hikmah Zakat Fitrah

1. Pembersih orang yang puasa dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan kotor yang dia lakukan di bulan Ramadhan.
2. Makanan bagi orang-orang miskin, agar tidak meminta-minta di hari raya, dan menjadikan mereka bergembira di hari kegembiraan bagi semua lapisan masyarakat. Ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallau ‘anhumaa, beliau berkata: “Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri untuk membersihkan orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan perkataan kotor dan untuk memberi makan orang-orang miskin” (HR. Abu Dawud).
3. Melapangkan seluruh kaum muslimin.
4. Mendapatkan pahala yang besar dengan memberikannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya
5. Sebagai zakat (pensuci) badan
6. Tanda bersyukur atas nikmat Allah kepada orang yang berpuasa, bahwa mereka dapat menyempurnakan puasanya.

Waktu Membayar Zakat Fitrah

Menurut pendapat yang kuat, disunnahkan membayarr zakat fitrah pada hari raya ‘Idul fitri sebelum shalat Id. Akan tetapi, dia juga boleh memberikan zakatnya kepada pengurus zakat sehari atau dua hari sebelum hari ‘Idul fitri, dan tidak diperbolehkan menunda zakat fitrah hingga selesai shalat, dan jika dibayarkan setelah shalat maka tidak sah zakat fitrahnya.

Dalil yang menunjukkan hal ini adalah:

1. Dalil yang menunjukkan bahwa waktu pembayaran zakat fitrah adalah pada hari Id yaitu hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa; “Dan Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam memerintahkan agar zakat fitrah dibayarkan sebelum shalat.” (Muttafaqun ‘alaih).

Hal ini dikarenakan zakat fitrah adalah syiar pada hari ‘Idul Fitri yang bertujuan untuk mensucikan orang yang berpuasa setelah sebulah penuh berpuasa dan memberikan kebahagiaan kepada kaum fakir pada hari ‘Idul Fitri.

2. Dalil yang menunjukkan bolehnya menyalurkan zakat fitrah kepada pengurus zakat sehari atau dua hari sebelum hari Id adalah hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa; “Mereka membayar zakat fitri sehari atau dua hari sebelum hari ‘Id (Shahih Bukhari). dan diriwayatkan dari Nafi’ bahwa penyerahan zakat pada hari itu adalah kepada amil (pengurus zakat) (Muwatha’ Malik dan Shahih Ibnu Khuzaimah).

3. Adapun dalil yang menunjukkan tidak sahnya zakat fitri yang ditunaikan setelah shalat Id adalah hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumaa;

“Sesungguhnya Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang-orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan perkataan kotor dan untuk memberi makan kepada orang-orang miskin.

Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat, maka zakatnya sah dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat maka zakatnya bernilai sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud)

Maksudnya, zakatnya tidak diterima sebagai zakat fitrah dan dia berdosa jika menundanya tanpa ada alasan. Wallahu ta’ala a’lam.

Baca juga: