Pendidikan

Jalannya Perang Uhud

Jalannya Perang Uhud

Setelah menghadapi persoalan penarikan diri AbdulllahbinUbay dan kaum munafik. Nabi Muhammad beserta pasukan muslimin melanjutkan perjalanan menuju Uhud. Nabi Muhammad SAW meminta ditunjukan suatu jalan yang tidak dilalui oleh kaum Quraisy. Khaistamah menunjukan jalan yang dekat dan yang dikehendaki oleh Nabi Muhammad SAW. Setelah perjalanan dilanjutkan tibalah rombongan Nabi disebuah jalan kecil milik Marba’ bin Qaizhi yang buta matanya. Ketika Nabi Muhammad SAW berjalan didepan rumah Marba’ bin Qaizhi, tiba – tiba Marba’ bin Qaizhi menaburkan debu kearah muka Nabi sambil berkata, “Kalau engkau itu pesuruh Allah, aku tidak akan menghalalkan kau jalan di jalanku ini”.
Dengan cepat Sa’ad bin Zaid memukul Marba hingga terluka parah.sahabat – sahabat Nabi Muhammad SAW hendak membunuh Marba’ bin Qaizhi, tetapi Nabi Muhammad SAW mencegahnya (Moenawar Chalil, 2001: 110).
Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga sampailah kaum muslimin di suatu tempat di bawah kaki Gunung Uhud. di sinilah Nabi Muhammad beserta pasukannya berhenti karena melihat tentara musuh sudah beramai –ramai menduduki tempat – tempat dekat Gunung Uhud. Pasukan kaum Quraisy memiliki pasukan empat kali lipat dari pasukan muslim.
Selain itu pasukan musuh juga memiliki persenjataan yang lebih lengkap, selain itu juga sebagian kaum Quraisy telah meiliki keahlian dalam berperang. Nabi Muhammad SAW segera mengumpulkan para tentaranya lalu memilih dan menduduki tempat yang cukup strategis letaknya. Akan tetapi, karena sebaian tempat tersebut udah dikuasai oleh kaum Quraisy, jadi tempat yang diduduki oleh Nabi Muhammad SAW adalah tempat yang dibelakangnya terdapat suatu jalan yang terbuka yang dapat dipergunakan oleh musuh untuk menyerang pasukan Muslimin dari arah belakang. Walaupun demikian, sebagai seorang pemimpin yang bijaksana.
Nabi Muhammad tetap menempatkan pasukan yang memiliki keahlian memanah dalam tempat tersebut sejumlah 50 orang pemanah yang dipimpin oleh Abdullah bin Jubair. Sedangkan kaum Quraisy menempatkan pasukannya pada sayap kanan ditempatkan berupa pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid, sayap kiri barisan berkuda yang dipimpin oleh Ikhrimah bin Abu Jahal, dan barisan tengah dipimpin oleh Shafwan bin Umayyah beserta pahlawan Quraisy lainnya.
Semuanya telah bersiap- siap di tempat – tempat yang tidak mudah ditempuh oleh tentara kaum Muslim. Bendera perang kaum Quraisy dipegang oleh Abu Thalhah (Menawar Chalil, 2001: 111). Nabi Muhammad juga mulai mengatur barisan pasukan muslim. Nabi Muhammad SAW menempatkan Abu Bakar ash-Shidiq, Umar bin Khatab, Ali bin Abu Thalib, Zubair bin Awwam, Abu Dujanah Sammak bin Kharsyah, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Ubadah, Usaid bin Hudhair, dan Habbab bin al-Mundzir dibarisan pertama.