Jenis Pupuk Organik Terlengkap
Umum

Jenis Pupuk Organik Terlengkap

Jenis Pupuk Organik Terlengkap

Pengertian pupuk organik adalah bahan alami yang memiliki kandungan unsur hara yang dapat menggantikan atau menambahkan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman karena kurang tersedia di dalam tanah. Pupuk organik memiliki jenis-jenis yang berbeda untuk digunakan pada tanaman kehutanan. Biasanya, jenis-jenis pupuk organik terdiri dari 3 jenis yakni pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos.

A. Pupuk Kandang

Pengertian pupuk kandang atau biasanya disingkat dengan pukan menurut Hartatik & Widowati (2006), adalah produk buangan yang berhubungan dengan semua binatang pemeliharaan yang dapat digunakan untuk menambah hara, memperbaiki sifat fisik, dan biologi tanah. Berdasarkan kandungannya, pupuk kandang hanya memiliki unsur hara dengan jumlah yang rendah. Akan tetapi, jenis pupuk ini mampu memperbaiki sifat fisik tanah seperti daya tahan terhadap air, kation tanah, porositas tanah, permeabilitas, serta struktur tanah. Hardjowigeno (2003) menjelaskan bahwa pada umumnya pupuk kandang memiliki kandungan N sebanyak 5 kg, P2O5 sebanyak 3 kg, K2O sebanyak 5 kg, serta beberapa unsur hara esensial dengan jumlah yang relatif rendah dalam setiap 1 ton pupuk kandang.
Beberapa sifat yang dimiliki oleh pupuk kandang dari setiap jenis binatang pemeliharaan adalah sebagai berikut:
  1. Kotoran ayam mengandung N tiga kali lebih besar daripada pupuk kandang lainnya.
  2. Kandungan N dan K pada kotoran kambing lebih besar daripada kotoran sapi
  3. Kandungan P pada kotoran babi memiliki kandungan dua kali lebih banyak dari kotoran sapi
  4. Fermentasi pupuk kandang dari ternak kuda atau kambing lebih cepat terjadi daripada fermentasi pupuk kandang sapi dan babi. Berdasarkan hal tersebut, biasanya para petani menyebut pupuk ini sebagai cold manures (pupuk dingin)
  5. Kandungan P dalam dalam pupuk kandang biasanya lebih umum terdapat pada kotoran ternak berbentuk padat, sedangkan pada kotoran ternak berbentuk cair lebih dominan kandungan K dan N.
  6. Jumlah kandungan K di dalam pupuk kandang berbentuk cair lima kali lebih banyak daripada dalam pupuk kandang berbentuk padat, sedangkan kandungan N berjumlah dua hingga tiga kali lebih banyak.
Selanjutnya, pupuk kandang memiliki kandungan unsur hara yang berbeda di setiap jenis binatang pemeliharaan. Hartatik & Widowati (2006) mengungkapkan bahwa jenis pupuk kandang gaya memiliki kandungan unsur hara yang lebih tinggi daripada yang lainnya. Lebih lanjut dikatakan bahwa kandungan unsur hara nitrogen dan fosfor pada pupuk kandung ayam lebih tinggi dari pupuk kandang sapi dan kambing (Andayani & Sarido, 2013). Perbedaan kandungan unsur hara ini diakibatkan oleh jenis makanan yang diberikan terhadap setiap binatang peliharaan. Menurut Hartatik & Widowati (2006), pupuk kandang dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu pupuk kandang padat dan pupuk kandang cair.
a. Pupuk Kandang Padat
Pupuk kandang padat diartikan sebagai kotoran ternak berbentuk padatan yang telah dikomposkan ataupun tidak sebagai sumber unsur hara N bagi tanaman dengan fungsi untuk memperbaiki sifat biologi, sifat fisik, dan sifat kimia tanah. Pembuatan pupuk kandang padat diawali dengan melakukan pengumpulan selama 1-3 hari pada saat pembersihan kandang. Selanjutnya, pupuk kandang yang terkumpul tersebut ditumpuk di tempat yang telah ditentukan. Untuk mengurangi bau dari pupuk kandang tersebut biasanya ditambah dengan mikroba dekomposer sehingga pematangan pupuk lebih cepat (Hartatik & Widowati, 2006).
Kandungan unsur hara yang terdapat pada jenis pupuk kandang padat dari beberapa jenis ternak dapat dilihat pada tabel di bawah ini (Affandi, 2008).