Kehidupan Extrateresterial Adalah

Kehidupan Extrateresterial Adalah

Kehidupan Extrateresterial Adalah

Kehidupan Extrateresterial Adalah
Kehidupan Extrateresterial Adalah

Pernakah kalian berpikir sejenak

Tentang ada atau tidaknya kehdupan selain di bumi, ya kehidupan di planet lain.Mengingat akan banyaknya bintang dan planet di seluruh galaksi,sepertinya tidak mungkin jika semua bintang dan planet itu dibiarkan kosong tanpa penghuni oleh Allah SWT.
Ibaratnya begini,jika kita membangun sebuah gedung dengan banyak kamar,tetapi hanya satu kamar dari gedung itu yang dihuni, lalu untuk apa kamar-kamar yang lainya, apakah hanya dibiarkan kosong??kalau begitu bukankah lebih baik membangun penginapan dengan satu kamar, dibanding membuat gedung dengan banyak kamar tapi sia-sia?

Dan yakinlah kalau Allah SWT

Tak akan menciptakan sesuatu dengan sia-sia,semua pasti ada gunanya, walaupun seekor nyamuk sekalipun.Begitu juga dengan alam semesta ini, rasanya tidak mungkin jika hanya bumi satu-satunya planet yang dihuni oleh maklhuk hidup.Kalau begitu untuk apa Allah menciptakan begitu banyak planet di luar angkasa? apakah hanya sebagai penghias langit di waktu malam? tentu saja tidak kan? pasti ada kehidupan disana,walaupun sampai sekarang belum ada bukti nyata mengenai hal tersebut,tetapi seiring berjalanya waktu,pasti suatu hari nanti juga akan terbukti kebenaranya.

 

Kehidupan extraterestial

Nah, kehidupan extraterestial sendiri didefinisikan sebagai kehidupan yang bukan berasal dari planet bumi.Walaupun Keberadaan kehidupan di luar planet ini masih sebatas teori dan perkiraan-perkiraan saja,seorang ilmuwan fisika,Stephen Hawking dan seorang astronom Amerika, Carl Sagan berkeyakinan kalau tidak mungkin jika kehidupan hanya terdapat di bumi ini saja.

Adapun hipotesis-hipotesis mengenai asal muasal kehidupan

Ekstraterestrial, adalah sebagai berikut: ada yang mengusulkan bahwa kehidupan mungkin muncul secara mandiri dari berbagai tempat di alam semesta. Hipotesis alternatif lainya adalah panspermia, yang menyatakan bahwa kehidupan muncul dari satu lokasi, kemudian menyebar antara planet-planet berpenghuni. Kedua hipotesis ini tidak saling eksklusif. Sedangkan studi dan teori dari kehidupan ekstraterestrial dikenal sebagai astrobiologi, eksobiologi atau xenobiologi. Bentuk-bentuk kehidupan ekstraterestrial berkisar dari kehidupan berskala bakteri sampai pada taraf mahluk cerdas.

Gagasan mengenai tempat tinggal kehidupan ekstraterestrial terus berkembang, seperti di Venus dan Mars, bulan-bulan Yupiter dan Saturnus seperti Europa, Enceladus dan Titan, dan planet luar surya seperti Gliese 581 c dan d yang dikatakan berada di zona layak huni.

Europa, bulan planet Jupiter. Diduga di bawah lapisan esnya yang tebal terdapat lautan,
yang mungkin menjadi habitat bagi makhluk mikroba.

Hingga saat ini,Kepercayaan bahwa benda terbang aneh (BETA) berasal dari kehidupan ekstraterestrial dan klaim penculikan oleh alien hanya dianggap palsu oleh para ilmuwan. Kebanyakan penampakan BETA menghasilkan dugaan bahwa penampakan tersebut hanyalah pesawat buatan bumi, objek astronomik atau hanya berupa hoax, namun ada beberapa penampakan yang sampai saat ini tidak dapat dijelaskan.Itu semua masih menjadi konspirasi sampai sekarang.

 

Usaha pencarian

Ilmuwan berusaha mencari bukti kehidupan uniselular di Tata Surya dengan melakukan penelitian terhadap permukaan planet Mars dan batu meteor yang jatuh ke bumi. Sebuah misi ke Europa, salah satu bulan Yupiter yang diduga memiliki air dibawah permukaannya, juga digagaskan.
Terdapat bukti terbatas bahwa kehidupan mirobial mungkin ada di Mars.Eksperimen pada program viking melaporkan adanya proses emisi gas dari lapisan tanah panas Mars yang diduga sebagai bukti kehadiran mikroba, namun tidak ada bukti kuat mengenai hipotesis tersebut. Pada tahun 1996, suatu struktur yang menyerupai nanobakteria dilaporkan ditemukan di meteor ALH84001. Laporan ini kontroversial, dan perdebatan terus berlanjut.

Mikrograf elektron terhadap meteorALH84001 menunjukkan struktur yang diduga sebagai bakteri.

Pada Februari 2005, ilmuwan NASA melaporkan bahwa mereka menemukan bukti kuat adanya kehidupan di Mars.Ilmuwan Carol Stoker dan Larry Lemke mengklaim bahwa tanda metana yang ditemukan di atmosfer Mars menyerupai proses produksi metana saat kehidupan primitif masih ada di Bumi.Tetapi sayangnya pihak NASA menolak klaim kedua ilmuwan tersebut.
Pada tahun 2010, dari data satelit Cassini, para ahli NASA menemukan bukti penting yang menunjukkan adanya kehidupan alien primitif di Titan, bulan dari Saturnus.Para ahli tersebut menyimpulkanya dalam dua buah makalah. Pada makalah pertama, dalam jurnal Icarus, dinyatakan bahwa hidrogen yang mengalir di atmosfer planet menghilang di permukaan, yang menunjukkan bahwa alien mungkin bernapas dan dapat bertahan hidup disana. Pada makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, disimpulkan bahwa terjadi kekurangan bahan kimia di permukaan. Zat-zat tersebut mungkin dikonsumsi oleh suatu kehidupan. Chris McKay, astrobiolog di Pusat Penelitian NASA, menyatakan bahwa proses konsumsi hidrogen ini mirip dengan proses manusia mengonsumsi oksigen di bumi.

Terdapat juga gagasan bahwa alien mungkin mengeluarkan sinyal ke angkasa. Gagasan ini tidak pasti, namun proyek-proyek seperti SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) dibuat untuk mencari sinyal radio dari kehidupan ekstraterestrial.

Baca Juga :