Kuliner

Kekayaan Energi Nasional

Kekayaan Energi Nasional

Dunia mencatat bahwa di sektor migas Indonesia termasuk dalam jajaran 20 besar negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia. Tahun 2005 indonesia adalah produsen gas alam terbesar dibandingkan dengan seluruh negara di Asia Oceania, Aprika, (2.606 Trilion Cubic Feet), dan termasuk dalam 10 Negara penghasil gas terbesar di dunia (Rusia, US, Canada, Iran, Algeria, UK, Norway, Montenegro, Netherlands, Indonesia). Data lainnya menyebutkan bahwa Tahun 2008, Indonesia berada pada urutan 7 negara eksporter gas terbesar di dunia.[1] Selain itu, Indonesia termasuk dalam 20 besar negara pengasil minyak mentah terbesar di dunia.[2]

Kekayaan minyak bumi Indonesia telah dieksploitasi selama lebih dari 100 tahun, tambang Telaga Said merupakan tambang minyak pertama yang ditemukan di Indonesia pada tahun 1885[3], kemudian dieksploitasi oleh sebuah perusahaan milik Inggris dan Belanda Royal Dutch[4] dan mulai beroperasi pada tahun 1892, sekaligus mengawali sejarah dimulainya pengeksplorasian sumber daya alam migas di Indonesia. Kemudian pada tahun 1944, sumur minyak Minas ditemukan oleh Caltex[5] di Riau, merupakan sumur terbesar di Asia Tenggara pada masa itu.[6]

Kekayaan alam minyak Indonesia masih tersedia cukup besar dan terus menjadi incaran korporasi-korporasi besar dunia. Selain itu, di Indonesia ada sekitar 60 ladang minyak (basins), 38 di antaranya telah dieksplorasi, sementara sisanya masih belum. Di dalamnya terdapat sumber daya energi yang luar biasa, kira-kira mencapai 77 miliar barel minyak dan 332 triliun kaki kubik (TCF) gas. [7] Perusahaan miyak asing seperti Exon, Chevron, bahkan mengumumkan dirinya melalui media massa nasional sebagai perusahaan paling tua, telah beroperasi selama lebih dari 100 tahun dan bahkan menjadi pelaku utama kegiatan eksploitasi minyak di Indonesia hingga saat ini.

Indonesia juga adalah kekuatan utama dalam hal penyediaan sumber energi lainya di dunia. Negara ini termasuk produsen batubara urutan 10 besar dunia, bahkan Indonesia berada dalam urutan ke 7 dari 10 negara penghasil batubara. Perbedaanya adalah Negara Negara penghasil batubara yang posisinya diatas Indonesia telah menggunakan sumber energy mereka secara maksimal untuk memenuhi keutuhan energy dalam negeri. Indonesia adalah eksporter Batubara teresar kedua di dunia setelah Australia, lebih tinggi dibandingkan Cina, AS dan Rusia. Sebagian besar ekspor Indonesisa diserap oleh Negara-negara Industri seperti Jepang dan Negara Industri lainnya untuk memenuhi kebutuhan energy mereka.[8]

Gambaran diatas mamperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan energi yang sangat besar. Masyarakatnya seharusnya dapat memperoleh energi yang murah seandainya sumber-sumber energi yang ada di bumi Indonesia dikelola sebagai sumber energi nasional. Sayangnya sumber-sumber energi yang ada tersebut telah diobral secara murah kepada modal asing, yang menyebabkan bangsa ini harus berhadapan dengan krisis energi berkepanjangan. Baik krisis kelangkaan energi maupun krisis tingginya harga energi yang harus dibayarkan oleh masyarakat.