Kerajinan anyaman bambu
Pendidikan

Kerajinan anyaman bambu

Kerajinan anyaman bambu

Kerajinan anyaman bambu

  1. Ragam Kerajinan anyaman bambu 

Kerajinan anyaman  bambu  adalah seni merajut yang biasanya menggunakan bahan dari bambu , rotan, daun-daunan yang memiliki serat yang dapat ditipiskan seperti enceng gondok, daun lontar, daun pandan, dan lain-lain, serta plastik.Kerajinananayman bambu banyak digunakan sebagai alat keperluan rumah tangga sehari-hari.

Biasanya seni kerajinan anyaman  bambu  ini diolah dengan alat yang masih sederhana seperti pisau pemotong, pisau penipis, tang dan catut bersungut bundar, yang membutuhkan kretivitas tinggi, ide, perasaan pemikiran dankerajinantangan.

Anyaman merupakan seni tradisi yang sudah ribuan tahun ada di bumi ini. Perkembangan sejarahnya di Nusantara sama dengan perkembangan seni tembikar. Jenisnya pada masa Neolitik atau masa bercocok tanam kebanyakan menghasilkan tali berbahan berupa akar dan rotan.

Dalam dunia industi, biasanya anyaman dibuat dalam karya seni terapan, yaitu karya seni yang memiliki kaitan langsung dengan kehidupan manusia, mengingat seni terapan mempunyai makna guna dalam keseharian manusia dan lebih menekankan fungsi gunanaya tanpa meninggalkan fungsi nilai estetisnya atau keindahannya.Kerajinananyaman pada umumnya memiliki lima jenis, yaitu:

  • Anyaman datar, dibuat datar pipih dan lebar. Jeniskerajinanini banyak digunakan untuk tikar, dinding rumah tradisional, pembatas ruangan dan lainnya.
  • Anyaman tiga dimensi, berwujud benda tiga dimensi sebuah produkkerajinan.Kerajinanini telah berkembang bukan hanya berbentukkerajinantradisional tetapi telah berkembang jenis produknya dan lebih bernilai seperti sandal, kursi, tas lampu lampion, dan tempat wadah.
  • Makrame seni simpul menyimpul bahan hanya dengan keahlian tangan dengan bantuan alat pengait yang fungsinya seperti jarum. Dalam seni makrame, simpul menyimpul bahan merupakan teknik utama untuk menciptakan sambungan dalam membentuk sebuah karyakerajinan. Beberapa hasilkerajinanyang menggunakan teknik makrame seperti taplak meja, mantel baju, kesetkaki, dan souvenir.
  • Anyaman Rapat. Disebut anyaman rapat karena irisan-irisan yang di tata membujur maupun yang di tata menyilang dianyam secara rapat. Secara garis besar anyaman rapat dibagi menjadi dua macam, yaitu anyaman datar atau sasak, dan anyaman kepar atau serong.
  • Anyaman Hias Jarang. Anyaman hias jarang adalah anyaman yang bisaa dijadikan bahan baku untuk

membuatkap lampu, kipas, tas tangan, dan keranjang.

 

  1. Cara Pembuatan Produk Kerajinan bambu
  2. Membuat kerajinan lampu hias dari bambu

Bahan:

 

–   Bambu berdiameter 10 cm

–   Lampu 5 watt

–   Kabel secukupnya

–   Cat atau pelitur

–   Cat poxy clear

–   Semen

–   Amplas.

 

 

 

Cara membuat:

  1. Pertama-tama pilihlah bambu yang cukup kering, dengan diameter sekitar 10 cm. Kemudian potong bambu tersebut dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.
  2. Untuk menghaluskan permukaan bambu, amplas seluruh permukaannya dan tambahkan cat atau plitur agar permukaan bambu tersebut menjadi halus dan mengkilap. Tunggu sampai cairan plitur atau cat benar-benar kering.
  3. Langkah ketiga yaitu memilih salah satu ruas yang akan dijadikan dudukan lampu hias, pastikan ruas dudukan tetap utuh sedangkan ruas lainnya digergaji sebagian.
  4. Bila ruas atas bambu sudah digergaji, maka lakukan pengamplasan agar terlihat rapi dan bersih dari serbuk bambu.
  5. Tambahkan lubang di bagian tengah bambu untuk kabel.
  6. Untuk membuat dudukan, gunakan semen dan dicetak menggunakan ember kecil dengan ketebalan semen antara 7-10 cm.
  7. Untuk menambah kecantikan lampu hias, anda bisa menambahkan ukiran-ukiran pada bambu. Setelah semuanya jadi, lakukan pengecatan ulang menggunakan cat
  8. poxyclear agar bambu semakin mengkilap.
  9. Terakhir, lengkapi dengan kabel dan lampu.Kerajinanlampu hias dari bambu siap dipasarkan.

 

  1. kerajinan anyaman

Pengolahan  bambu  untuk kerajinan anyaman  bambu  adalah dengan menebang pohon  bambu , kemudian diraut dan dihaluskan baik kulit maupun isi. Lalu dikeringkan dan kemudian dianyam. bambu yang sudah diolah dapat digunakan untukmembuatapa yang diinginkan perajin, seperti pembuat raga dan peralatan menangkap ikan seperti lukah, belat, sangkar atau sangkar ayam, sangkar burung, penampi beraa dan sebagainya.

Disamping itu, cara pembuatan anyaman  bambu  yang lain, yang merupakan inovasi produksi perajin adalah bambu dewasa berukuran besar dan sama panjang ruasnya. Dilakukan pembekahan atau dibelah dan diserut hingga tipis lalu dijemur hingga kering. bambu yag tipis dibetuk dengan meganyam dan diikat dengan rotan yang sudah diraut halus. Pekerjaan akhir adalah memberi zat pengkilat dengan menggunakan vernis atau pelitur. Berikut cara pengolahankerajinan anyaman  bambu  untuk tudung saji. Batang bambu yang diperlukan adalah yang masih muda, berdiameter besar dan beruas panjang.

Pohon di tebang dan dipotong-potong sesuai ukuran ruasnya. Bagian luar dari daging bambu dibuang sehingga tinggal dibagian dalam yang telah tipis. Bagian yang tipis ini di panaskan di perapian sehingga sebagian dalam bambu yang lain licin menjadi paring dan terkelupas dengan sendirinya. Kemudian bambu dibelah sehingga menjadi lembaran yang tipis. Lembaran yang tipis atau paring itu dicuci dan dijemur dengan panas matahari sampai kering agar menghasilkan bentuk melengkung. Setelah kering, paring tersebut dipotong-potong sesuai dengan ukuran tudung sajai yang diinginkan. Paring disusun bertinding atau berlapis dan dijahit satu sama lainnya dengan menggunakan kolindang benang hingga terbentuk bulatan cekung. Pada bagian dalam dilapis dengan daun sangai mengikuti bentuk dari susunan paring yang sudah diikat dan dijahit. Pada ujung sekeliling lingkaran diberi bingkai dari rotan yang sudah dikupas kulitnya, dan terbentuklah sebuah tudung saji.

Proses seterusnya adalahmembuatlukisan dasar ornamen dengan menggunkan alat tulis kalam atau saga, yaitu alat tulis yang terbuat dari lidi pohon enau. Sedangkan bahan tinta adalah campuran dari getah jeruk dengan jelaga atau arang lampu teplok. Selesai diwarnai, maka jadilah tudung saji yang diinginkan.

Dalam perkembanganya,kerajinan anyaman  bambu  tudung saji ini sudah dijadikan barang cenderamata dengan ukururan bervariasi, antara lain sebagai hiasan dinding dan lain sebagainya, dan banyak diminati oleh pembeli baik dari dalam maupun luar negeri.

 

  1. Mengolah bambu untuk Hiasan

Syarat kerajinan anyaman  bambu  :

  • Pilihlah bambu yang tidak terlalu tua, juga tidak terlalu muda.
  • Setelah ditebang, lalu potong sepanjang dua tiga ruas.A
  • Simpan ditempat yang teduh dan tegakkan selama 5-6 hari.
  • Pilihlah bambu yang memiliki ruas yang panjang.
  • bambu yang akan digunakan harus mengalami proses pengolahan terlebih dahulu.

Adapun cara mengolahnya adalah sebagai berikut.

  1. bambu dipotong-potong sepanjang ruasnya dan buang masing-masing bukunya. Bila diperlukan bahan anyaman yang panjang dapat juga dipotong dan disesuaikan dengan kebutuhan.
  2. Buang, dan bersihkan bagian dalamnya. Membersihkan bambu bisa dengan ampelas kayu.
  3. Irislah tipis-tipis sesuai dengan keperluan.
  4. bambu yang sudah diolah menjadi lembaran tipis seperti pita sudah dapat diolah menjadi bakul, kukusan, kipas dan lain-lain.

Ada berbagai macam jenis anyaman seperti anyaman sasag, anyaman kepang, anyaman pasung, anyaman mata walik. Untuk berlatih anyaman, sebelum ke bahan bambu bisa dicoba terlebih dahulu dengan menggunakan bahan kertas. Agar lebih menarik, gunakan kertas warna-warni. Tak hanya itu, bambu sebagai bahan baku yang bisa tumbuh di mana saja dan kapan saja, tidak akan habis selama kita mengerti makna melestarikan alam sengan segala penghuninya.

 

  1. Pelayanan / Pembinaan Bahan Baku dan Penunjang

Penyediaan bahan baku bambu dan Sarana Penunjang lain dapat dirancang untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan bambu pada wilayah sentra industri/kerajinanrakyat. Kegiatan yang diperlukan beragam menurut volume dan jenis. Aspek ini mencakup penga­daan dan pengawasan bahan Baku dan bahan penunjang untuk kerajinan bambu .

Baca Juga :