Ketika Menkes Ngobrol dan Nyanyi Soal DBD Bareng Anak SD

Ketika Menkes Ngobrol dan Nyanyi Soal DBD Bareng Anak SD

Ketika Menkes Ngobrol dan Nyanyi Soal DBD Bareng Anak SD

Ketika Menkes Ngobrol dan Nyanyi Soal DBD Bareng Anak SD
Ketika Menkes Ngobrol dan Nyanyi Soal DBD Bareng Anak SD

Hari Demam Berdarah se-Asean dirayakan dengan kampanye di sejumlah sekolah

. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek langsung terjun ke SDN Baru 07 Cijantung, Jakarta Timur yang merupakan sekolah paling aktif memberantas jentik nyamuk.

Nila berupaya menanamkan pentingnya hidup sehat di kalangan pelajar karena jentik dan nyamuk penyebar Demam Berdarah Dengue (DBD) ada di mana saja dan menyerang siapa saja. Nila bernyanyi bersama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama puluhan siswa yang menggunakan kaos bertuliskan “1 Rumah 1 Jumantik”.

Asean Dengue Day (ADD) diperingati setiap 15 Juni sebagai bukti komitmen mengendalikan demam berdarah

di seluruh lintas sektor masyarakat. Apalagi di kalangan anak pelajar merupakan angka penderita DBD paling tinggi. Karena itu, Nila mengajak siswa sambil melakukan dialog seputar DBD. Begitu gemasnya saat dia melihat seorang siswa bermain gadget dan mengambil gambarnya.
Ketika Menkes Ngobrol dan Nyanyi Soal DBD Bareng Anak SD
Menkes bernyanyi dan ngobrol bareng siswa (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

“Dek sini kamu naik ke panggung, ngobrol saya tanya soal DBD. Jangan main gadget dulu nanti matanya sakit,” tutur Nila tersenyum, Rabu (2/8).

Lucunya lagi, siswa itu mengaku sebagai anak dokter. Dan bertanya pada sang menteri. “Ibu saya dokter, ibu kenal Bu Ade enggak ibu saya,” katanya disambut gelak tawa penonton yang hadir begitu pula Nila.

Nila melanjutkan dengan bertanya kepada para siswa bagaimana mencegah jentik nyamuk dengan sederhana

. Siswa dengan sigap menjawab caranya dengan membuat jebakan nyamuk atau Lavitrap. Nila juga menjelaskan bagaimana nyamuk sekecil itu bisa berakibat fatal hingga meninggal dunia.

“Nyamuk kasih apa ke tubuh kita? Kasih virus. Walaupun kecil sekali ambil darah kita enggak banyak, tapi nyamuk kasih hadiah. Virus menyebar ke tubuh meski minum obat belum tentu hilang. Bisa sampai kematian. Siapa saja digigit semua orang termasuk Pak Presiden bisa digigit nyamuk,” kata Nila.

Dia juga meminta siswa untuk selalu membersihkan rumah dan lingkungan sekolahnya. Selain itu, gerakam 3M hingga menanam tanaman yang dibenci nyamuk juga efektif.

“Bunga tai kotok ayam itu bisa ditanam, bau soalnya dan nyamuk enggak suka. Lalu lavender serta sereh. Memang ini tantangan karena Indonesia adalah negara tropis,” ungkap Nila.

 

Baca Juga :