Kisah Bocah Pemulung yang Dapat Beasiswa Kuliah di Australia Ini Bikin Haru

Kisah Bocah Pemulung yang Dapat Beasiswa Kuliah di Australia Ini Bikin Haru

Kisah Bocah Pemulung yang Dapat Beasiswa Kuliah di Australia Ini Bikin Haru

Kisah Bocah Pemulung yang Dapat Beasiswa Kuliah di Australia Ini Bikin Haru
Kisah Bocah Pemulung yang Dapat Beasiswa Kuliah di Australia Ini Bikin Haru

milik semua orang, tak peduli kaya atau miskin. Namun sayang banyak anak miskin

yang enggak bisa mengenyam pendidikan dengan layak.

Baca Juga

Kisah Inspiratif, Pemuda Disabilitas Jadi Pengajar Bahasa Inggris Tanpa Sekolah
Kisah Bidan Muda Inspiratif yang Gemar Ekspedisi, dari Surakarta Mengabdi ke Kalimantan Tengah
Wanita Ini Foto Wisuda di Ladang Bersama Orang Tua, Kisah di Baliknya Bikin Haru

Akan tetapi bocah miskin ini bisa menjadi inspirasi. Tekad yang kuat, ketabahan serta keberuntungan, menjadikannya mampu menuju kesuksesan.

Kisah yang menginspirasi ini berasal dari negara tetangga Kamboja.

Bocah 11 tahun bernama Sophy Ron, yang pekerjaan sehari-hari adalah memulung sampah kini dirinya dapat lulus dari Trinity College, Australia dan mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan di Universitas Melbourne, Australia.

Berikut kisah inspiratif bocah pemulung dapat beasiswa yang Liputan6.com lansir dari worldofbuzz, Selasa (18/6/2019)
2 dari 4 halaman

Tidak sekolah dan waktunya habis hanya untuk memulung sampah

Kisah Bocah Pemulung yang Dapat Beasiswa Kuliah di Australia Ini Bikin Haru
Shopy Ron saat berusia 11 tahun (Sumber: worldofbuzz)

Sophy Ron, dahulu adalah bocah berusia 11 tahun yang menjadi salah satu anak yang diselamatkan oleh Dana Anak Kamboja (CCF) dari tempat sampah terkenal di Phnom Penh, Kamboja. Kini Sophy dapat berbahagia akan capaian suksesnya daripada kehidupan sebelumnya yang pernah ia alami.

Melihat ke belakang kehidupannya, Sophy tidak bersekolah sampai usia 11 tahun, menghabiskan tujuh hari dalam seminggu hanya untuk memilah-milah sampah dan menghirup asap beracun untuk membantu orang tuanya.

Tujuannya tentu agar memiliki uang untuk bertahan hidup, terutama dengan makanan buangan yang diambil dari sampah.

 

Baca Juga :