Kisah Pandu Dulu Gagal Dapat Beasiswa, Kini Berhasil Keliling Dunia
Pendidikan

Kisah Pandu: Dulu Gagal Dapat Beasiswa, Kini Berhasil Keliling Dunia

Kisah Pandu: Dulu Gagal Dapat Beasiswa, Kini Berhasil Keliling Dunia

Kisah Pandu Dulu Gagal Dapat Beasiswa, Kini Berhasil Keliling Dunia
Kisah Pandu Dulu Gagal Dapat Beasiswa, Kini Berhasil Keliling Dunia

Kisah heroik para pemburu beasiswa memang selalu memberikan sensasi yang mengasyikkan. Ada ketegangan, semangat penuh harap sembari mengerahkan segala daya, pantang menyerah untuk merawat impian, jatuh terpuruk lalu bangkit lagi hingga akhirnya berhasil meraih mimpi.
Seperti kisah I Gede Pandu Wirawan (29), alumnus Universitas Nasional (Unas) Jakarta dalam International Scholarship Workshop and IELTS Simulation Test, di Gedung Dharma Wanita, Kabupaten Dompu, Sabtu (25/1).

Setelah menyelesaikan studinya di Unas, pemuda asal Palopo, Sulawesi Selatan ini,

sempat bekerja sebagai Sales sebuah produk teh dan pemain figuran sinetron di Jakarta. Tinggal dan merantau di Ibu Kota tanpa kerabat membuat aktivis LSM ini berpikir keras untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapinya. Dia mengaku sempat melamar beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), sebuah beasiswa bergengsi yang dikelola oleh Kementerian Keuangan, tapi gagal.
PicsArt_01-29-08.02.15.jpg
I Gede Pandu Wirawan dalam International Scholarship Workshop di Dompu, NTB. Foto: Info Dompu
“Penyebabnya, karena skor TOEFL saya masih rendah, juga saya mengisi apply pilihan program studi yang dilamar seadanya karena saya tidak tahu persis prodi mana yang sebaiknya saya ambil,” ujar alumnus Victoria University, Australia ini. Pandu mengambil bidang public relation, sesuai latar belakang pendidikan sarjananya.

Untuk mengatasi kegagalannya di bidang bahasa Inggris ia kemudian

mengambil kursus IELTS selama 6 bulan penuh tanpa aktivitas lain. “Biayanya cukup mahal sekitar Rp 7 juta dan saya sampai nyicil hehehe,” ujarnya.

“Selalu ada hal yang harus disyukuri bahkan pada saat gagal. Jangan menyerah untuk terus mencoba dan memperbaiki kesalahan”
Belakangan, Pandu juga menyukuri ketidaklulusannya tersebut karena setelah melihat sebaran mata kuliah pada jurusan yang dilamarnya ternyata ia kurang tertarik.

Pandu saat di Irlandia. Foto: Instagram @igedepanduw
Pandu kemudian memantapkan diri mengambil jurusan Community Development (Pengembangan Masyarakat), sesuai tempat ia bekerja. Pandu mengingatkan, bidang yang dilamar harus benar-benar sesuai dengan passion.

Dia lantas menceritakan pengalamannya satu kelas dengan beberapa mahasiswa Indonesia

non beasiswa yang mengalami kesulitan karena sebelumnya tidak punya pengalaman dalam bidang yang diambilnya.
“Mereka adalah anak-anak dari keluarga kaya tapi sebelumnya tidak punya pengalaman turun ke masyarakat desa, bagaimana berhadapan dengan masyarakat desa atau cara berkomunikasi dengan kepala desa,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/