Kunjungi RTLH, Alas Rumahnya Masih Tanah

Kunjungi RTLH, Alas Rumahnya Masih Tanah

Kunjungi RTLH, Alas Rumahnya Masih Tanah

Silaturahmi mengunjungi warga secara langsung kembali dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya ke Kampung Sumur Wangi, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (05/10/2017).

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah

Asisten Pemerintahan Hanafi, Kepala Bagian Tapem Taufik Nur Rahman, Camat Tanah Sareal Asep Kartiwa dan Lurah Kayumanis Mohamad Hapid, Bima memulai kunjungannya dengan mengunjungi SDN Kayumanis I yang sedang dalam proses revitalisasi.

Setelah itu, Bima melanjutkan kunjungan untuk melihat langsung Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di tengah perjalanan, rombongan siswa SDIT menyambut Bima dengan sangat antusias. Orang nomor satu di Kota Bogor itu pun menyempatkan untuk menyapa anak-anak dan warga.

Menuju RTLH warga

Bima dan rombongan menelusuri jalan setapak yang di sisi kiri kanannya masih ditumbuhi rumput-rumput liar yang juga menjadi pemisah antara rumah satu dengan rumah lainnya.

Tidak lama, Bima sampai di RTLH yang pengajuannya akan diproses pada 2018 mendatang. Rumah tersebut hanya berbahan bilik lapuk dengan tinggi tiang rumah sekitar dua meter saja. Rumah yang beralaskan tanah itu, ditempati seorang wanita paruh baya seorang diri.

Bima mengatakan

Kunjungannya ke RTLH sebetulnya merupakan kunjungan rutin yang baru bisa kembali dilakukan hari ini. Pada kunjungan kali ini dirinya mencoba mendengar apa saja yang diinginkan warga dan melihat kondisi warga secara langsung. Dimana kebutuhan akan tempat tinggal yang layak menjadi perhatian serius.

“Permohonan RTLH ke Pemkot jumlahnya banyak sekali melebihi kemampuan Pemkot. Kami ingin semua bisa dipenuhi tetapi ada 13 kriteria yang bisa mendapatkan RTLH. Tetapi saya selalu minta yang kondisinya betul-betul memprihatinkan dan yang sudah didatangi wali kota untuk di prioritaskan jangan sampai tidak,” jelasnya.

Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah menuturkan, bagi warga miskin yang belum mendapatkan jaminan kesehatan terutama yang sedang sakit dan balita gizi buruk untuk didata oleh RT/RW. Pasalnya, di tahun 2018 Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan seluruh masyarakat Kota Bogor sudah mempunyai jaminan kesehatan yang terintegrasi BPJS. “Mohon dikoordinasikna oleh pak RT, RW dan Lurah karena ini menjadi kewajiban Pemkot menjamin kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : https://solopellico3p.com/