Umum

LANDASAN TEORI KEHAMILAN

LANDASAN TEORI KEHAMILAN

APengertian

Kehamilan adalah pertemuan dan persenyawaan antara sel telur (ovum) dan sperma (spermatozoa). Masa kehamilan dari konsepsi sampai kelahiran janin dimana masa kehamilan selama 40 minggu (sarwono Prawirohardjo,1998:125).

Kehamilan (graviditas) adalah mulai dengan konsepsi (pembuahan) berakhir dengan permulaan persalinan (FK UNPAD,1983).

Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. ( Abdul Bari Saifuddin, 2002).

Jadi kehamilan adalah pertemuan sel telur dan sperma (konsepsi/ pembuahan) yang kemudian menempel pada endometrium (nidasi), tumbuh dan berkembang menjadi janin yang mana membutuhkan waktu selama 40 minggu.

  1. Tanda dan Gejala Kehamilan
  2. Tanda tidak pasti

–          Amenorhea (tidak dapat haid)

–          Mual dan muntah (Nausea dan vomiting)

–          Mengidam

–          Tidak tahan suatu bau-bauan

–          Mudah pingsan

–          Tidak ada selera makan

–          Payudara membesar

–          Sering kencing

–          Konstipasi

  1. Tanda kemungkinan hamil

–          Perut membesar

–         Uterus membesar,terjadi perubahan dalam bentuk,besar dan konsistensi rahim

–          Tanda hegar ( melunaknya uterus)

–          Tanda chadwick (membirunya serviks)

–         Tanda piskacek (pembesaran uterus yang tidak rata tetapi di daerah telur berkembsng cepat)

–          Braxton hiks (kontraksi kecil uterus bila diransang)

–          Teraba ballotement (melenting)

–          Reaksi kehamilan positif

  1. Tanda pasti

–          Teraba bagian janin

–          Terasa gerakan janin

–          Terdengar DJJ

–          Melihat rangka janin dengan pemeriksaan ultrasonografi

Permulaan kehamilan dibagi dalam 3 fase :

  1. Fertilisasi

Adalah suatu peristiwa pertemuan antara sel sperma dan ovum

  1. Migrasi

Adalah perpindahan zygote dari ampula ke endometrium

  1. Nidasi

Adalah tertanamnya blastula kedalam dinding endometrium

 

Sumber: https://newsinfilm.com/