Memahami Survei dalam Penelitian Sosial

Memahami Survei dalam Penelitian Sosial

Memahami Survei dalam Penelitian Sosial

Memahami Survei dalam Penelitian Sosial
Memahami Survei dalam Penelitian Sosial

Apa yang dimaksud dengan survey dalam penelitian ? 

Bagaimana interaksi antara teori dan penelitian sosial? Bagaimana cara merumuskan suatu pertanyaan penelitian? dan bagaimana cara mengembangkan indikator untuk konsep dalam penelitian sosial?  Pertanyaan itu menjadi pemicu kali ini.  David De Vaus menjelaskan pertanyaan di atas dalam bukunya yaitu Surveys in Social Research.

              Menurut David De Vaus, survei bukan satu-satunya teknik dalam memperoleh dan mengumpulkan informasi. Kuesioner, wawancara dan observasi juga dapat dilakukan dalam survey research. Menjadikan survey berbeda dengan teknik lain adalah metode analisis yang digunakan serta bentuk data yang diperoleh.

 

Survei dikarakteristikan sebagai kumpulan data yang sistematis atau terstruktur.  

De Vaus menyebutnya sebagaivariable-by-case data grid, yang berarti bahwa pengumpulan informasi dengan kesamaan variabel atau karakteristik dari setidaknya dua kasus.  Membuktikan bahwa suatu kasus tidak hanya dapat dipecahkan oleh fakta-fakta yang diperoleh dari penelitian terhadap kasus tersebut, melainkan juga dapat diperoleh dari fakta-fakta kasus lain yang memiliki hubungan atau kesamaan.

 

Berkaitan dengan Interaksi antara teori dan penelitian.  

De Vaus  menjelaskan dalam dua proses, yaitu theory construction sebagai proses yang dimulai dengan sekumpulan observasi kemudian membuat teori berdasarkan observasi tersebut.  Disebut juga sebagai post factum theory karena teori datang setelah observasi bukan sebaliknya dan theory testing yaitu kebalikan dari theory construction artinya terlebih dahulu diprediksikan bagaimana fakta-faktanya.  Jika prediksi benar, maka akan mendukung teori kita, dan jika salah terdapat tiga penjelasan: teori salah, prediksi salah atau menyimpang dari teori, cara kita mencari atau melihat fakta salah. Penjelasan dua proses di atas adalah sebagai berikut:

Tabel Proses:

Teori Kontruksi (theory construction) dan Teori pengujian (theory testing)

Teori konstruksi (theory construction)Teori pengujian (theory testing)
·         Menetapkan tujuan pengamatan.

·         Mencari faktor umum.

·         Kerasionalitasan dan kebutuhan uji teori.

·         Menentukan teori yang akan diuji.

·         Memperoleh serangkaian proposisi konseptual.

·         Penyajian kembali proposisi konseptualsebagai proposisi yang akan diuji.

·         Mengumpulkan data yang relevan

·         Analisis data.

·         Penilaian terhadap teori.

Sumber:  David De Vaus.   Surveys in Social Research.

De Vaus menunjukan pentingnya teori bagi penelitian.  Teori harus berbasis empiris (theory construction) dan dievaluasi melawan kenyataan empiris (theory testing), karena perkembangan teori adalah tujuan penting dalam penelitian.  Oleh karena itu, teori dapat membimbing peneliti menuju observasi yang relevan.  Serta, membimbing analisis dan pembuatan pertanyaan penelitian yang kritis.

Pertanyaan penelitian haruslah fokus dan jelas.  Untuk mencapainya harus dibedakan antara penelitian penjelasan (explanatory) dan deskriptif.  Peneliti juga harus mampu mengidentifikasi sumber-sumber data sehingga membantu dalam menentukan tema penelitian.  Selain itu, research design juga merupakan elemen penting dalam pembentukkan pertanyaan penelitian yang berguna untuk mengasah hasil penelitian yang sudah kita dapat.

Pada akhir penjelasnya, De Vaus mengungkapkan bahwa konsep sangat dibutuhkan untuk merancang sebuah penelitian, maka perlulah dikembangkannya suatu indikator yang merupakan acuan dalam pembuatan sebuah konsep terutama konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Study case-survey-experiment adalah hal pokok dalam penelitian, konsep dan indikator, serta research design merupakan awal dan acuan dalam melakukan penelitian. Maka hal-hal yang telah ditekankan dan dijelaskan diatas merupakan hal-hal yang perlu untuk diperhatikan dalam melakukan penelitian sosial.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/