Menanam Untuk Orang Lain

Menanam Untuk Orang LainMenanam Untuk Orang Lain

Menanam Untuk Orang Lain

Menanam Untuk Orang LainMenanam Untuk Orang Lain
Menanam Untuk Orang Lain

Menanam Untuk Orang Lain

Pada suatu kesempatan, Rasullullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkunjung ke ladang perkebunan milik Ummu Fasyar al-Anshariyah.

Rasullullah memperhatikan tanaman kurma yang dirawat oleh seorang wanita itu. Beliau sangat tertarik atas atas amal karya Ummu Fasyar  yang tanpa pamrih untuk kepentinan orang banyak dan memperoleh manfaat dari hasil perkebunan itu.

Rasullullah bersabda

Melihat hal itu, Rasullullah bersabda:

“Seorang muslim yang tanaman muda atau tua yang panjang umurnya, lalu buahnya atau daunnya dimakan oleh manusia, hewan, burung, atau binatang buas, semuanya merupakan sedekah baginya.”

Jiwa dan Pemikiran Menanam

Seorang muslim memang haruslah punya jiwa dan pemikiran menanam untuk orang lain. Suatu karya amal yang dilandasi ketaqwaan atau pasrah diri kepada ALLAH, dan disemangati jiwa tanpa pamrih, demi kepentingan umum.

Dalam hadist Anas Bin Malik Yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasullullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Meskipun kiamat sudah mulai tiba, sedang ditanganmu ada sebatang bibit pohon kurma yang masih sempat kau menanamnya, maka tanamlah terus, pastilah kau mendapatkan pahala.”

kepada orang – orang berian Yaman, Khalifah Umar bin Khatab pernah mencela ucapan mereka sebagai orang – orang yang bertawakal pasrah diri kepada ALLAH.

“Kalian semua pembohong, kalian bukanlah orang yang bertawakal. Sebab, orang bertawakal keapda ALLAH itu ialah orang yang menanam bibit ke tanah, lalu menyerahkan tawakal kepada ALLAH.”

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-ringkas-dan-lengkap-hadhorot/