Mengintip Masakan Yane Ardian Usai Berbelanja di Pasar Sukasari

Mengintip Masakan Yane Ardian Usai Berbelanja di Pasar Sukasari

Mengintip Masakan Yane Ardian Usai Berbelanja di Pasar Sukasari

 

Mengintip Masakan Yane Ardian Usai Berbelanja di Pasar Sukasari

Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga

Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor Yane Ardian tampak melakukan berbelanja di pasar tradisional, Sabtu (24/11/2018) malam. Ditemani sang suami Bima Arya serta sejumlah ibu-ibu, mereka tampak menikmati berbelanja di Pasar Sukasari yang merupakan hasil relokasi pedagang malam Jalan Suryakencana.

Yane Ardian tampak piawai memilih bahan pokok yang akan dimasak di rumah untuk keluarganya. Terlihat penggagas program ‘Sekolah Ibu’ ini membeli sayur mayur, lauk pauk dan sejumlah bumbu dapur, mulai dari jagung, wortel, terong, pare, brokoli, kembang kol, tauge, nangka sayur, teri, tongkol, ceker ayam, cabai, tomat, bawang , petay dan yang tak boleh terlewatkan jengkol. Belanjaan tersebut kemudian dimasukan ke dalam tas guna ulang yang Yane bawa dari rumah.

Yane mengungkapkan

Setelah berada di pasar, dirinya terbersit untuk memasak sejumlah menu makanan untuk hidangan di rumah. “Paria (pare), saya suka banget. Nanti akan ditumis dengan teri medan. Terus ceker, anak saya suka ceker di balado. Terus saya beli wortel, toge, kol, mau bikin bala-bala pakai sambel kacang. Banyak pokoknya kreasi masakan yang akan disajikan nanti di rumah,” terang Yane.

Menurut Yane

ada dua hal yang coba disampaikan oleh masyarakat luas. “Pertama, belanja itu merupakan aktivitas ibu-ibu yang tak bisa dipisahkan. Belanja itu membuat happy, bahagia ibu-ibu. Kedua,belanja ke pasar tradisional mengajak para ibu untuk semakin paham bahwa masa depan anak-anak tergantung dari makanan yang disajikan dan di konsumsi di rumah,” ungkap Yane di Pasar Sukasari.

Ia menambahkan

berbagai kemudahan teknologi yang saat ini ada diharapkan tidak mengurangi semangat kaum ibu untuk bergegas ke pasar. “Misalnya kemudahan seperti fasilitas pesan antar makanan oleh ojek online, jangan sampai membuat ibu-ibu tidak pergi ke pasar. Kalau semakin lama dibiasakan seperti itu kesehatan keluarga sebenarnya bisa menurun dan harganya pun lebih mahal,” jelasnya. kata kata bahasa inggris keren

Dengan belanja ke pasar tradisional, lanjut ibu dari Kinaura Maisha dan Kenatra Mahesa ini, dapat memicu ibu-ibu untuk semangat berkreasi, membuat menu masakan untuk keluarganya dan bersosialisasi juga di pasar.

“Bisa ketemu ibu-ibu yang lain, nawar harga, berdiskusi jenis makanan. Mungkin di pasar juga terjadi transaksi tukar ilmu. Itu harus selalu dibiasakan. Yang zaman dulu orang tua kita melakukannya, saat ini sudah mulai berkurang aktivitas itu. Pasar tradisional itu keberadaannya sangat luar biasa. Di mana pun pasar berada, akan dikejar oleh ibu-ibu,” beber dia.

Ke depan

Yane juga akan terus mengampanyekan gerakan belanja di pasar tradisional kepada ibu-ibu dan kader PKK di Kota Bogor. “Selain itu, kami juga akan sosialisasikan tentang membawa kantong guna pakai dan kantong ramah lingkungan. Kader PKK sudah membuat tas recycle semoga kebijakan itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga,” pungkasnya.