Orang Yang Wajib Menunaikan Zakat Fitrah Dan Berhak Menerimanya

Orang Yang Wajib Menunaikan Zakat Fitrah Dan Berhak Menerimanya

Orang Yang Wajib Menunaikan Zakat Fitrah Dan Berhak Menerimanya

Orang Yang Wajib Menunaikan Zakat Fitrah Dan Berhak Menerimanya
Orang Yang Wajib Menunaikan Zakat Fitrah Dan Berhak Menerimanya

Menurut istilah yang mencakup Zakaatul fithri adalah sedekah tertentu, dengan kadar tertentu, dibayarkan oleh orang tertentu, dengan syarat tertentu, atas orang-orang tertentu, yang dibagikan kepada orang-orang tertentu, yang wajib sebab berbuka dari puasa Ramadhan untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor dan sebagai makanan bagi kaum miskin.

Orang Yang Wajib Menunaikan Zakat Fitrah

1. Setiap muslim dan muslimah , kecil atau dewasa, merdeka atau budak
2. Memiliki kelebihan dari kebutuhan pokok dirinya dan kebutuhan orang yang dibawah tanggungannya pada hari Id.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam asy-Syafi’I bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam: “Beliau memfardhukan zakat fitrah kepada orang yang merdeka dan hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, dari orang yang menanggungjawab nafkah (anak, isteri dan lainnya)” (Al-Umm karya asy-Syafi’I [II/62]).

Disunnahkan pula membayar zakat atas janin sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Qolabah, “Mereka (para salaf) menunaikan zakat fitrah atas orang kecil, dewasa, bahkan janin yang masih dalam kandungan ibunya” (Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dengan sanad shahih).

Orang Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Pendapat yang benar bahwa zakat fitrah tidak disalurkan kecuali kepada kaum fakir dan miskin yaitu mereka yang tidak memiliki apa yang menjadi kebutuhan mereka pada hari ‘Id. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang telah disebutkan terdahulu: “Dan untuk memberi makan orang-orang miskin” (HR. Abu Dawud).

Adapun keenam golongan selain fakir dan miskin, maka mereka tidak berhak mendapatkan zakat fitrah kecuali jika memang mereka termasuk orang-orang fakir atau miskin. Zakat fitrah diberikan kepada orang-orang fakir di daerah setempat. Dimakruhkan memberikannya kepada orang-orang fakir di luar daerahnya, selama di daerah asalnya masih terdapat orang-orang fakir.

Kadar Zat dan Jenis Makanan Yang Harus Dizakati

Kadar zakat fitrah adalah satu sha’ untuk setiap individu muslim. sedangkan satu sha’ adalah 2,172 kg. Disebutkan dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa beliau berrkata: “Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah di bulan ramadhan berupa satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Dan dalam hadits Abu Sai al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Dahulu kami selalu membayar zakat fitrah pada zaman Nabi shallalahu alaihi wa sallam berupa satu sha’ makanan pokok dan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atauu satu sha’ anggur kering dan satu sha’ keju” (Muttafaqun ‘alaih).

Dan dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumaa, “dan untuk memberi makan orang-orang miskin” (HR. Abu Dawud). Hadits-hadits di atas menunjukkan wajibnya membayar zakat fitri dengan satu sha’ makanan pokok suatu Negara, sebagaimana dijelaskan oleh Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, “makanan pokok kami pada saat itu adalah gandum, anggur kering, kurma dan keju” (HR. Al-Bukhari).

Hukum Memberikan Zakat Fitrah Dengan Harganya

Imam Ibnu Baz rahimahullah berkata, “tidak boleh memberikannya dengan harganya menurut mayoritas ulama.” Dan pendapat inilah yang paling shahih dari segi dalil. Bahkan wajib mengeluarkannya dengan makanan pokok, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu anhum (Majmuu fatawa a Ibni Baz [XIV/202]).

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html