Pendidikan

Pandangan Muhammad Baqir As-Sadr tentang hubungan kepemilikan pribadi

Pandangan Muhammad Baqir As-Sadr tentang hubungan kepemilikan pribadi

Kepemilikan pribadi dalam pandangan Sadr terbatas pada hak memakai dan adanya prioritas untuk mengunakan serta hak untu melarang orang lain untuk mengunakan sesuatu yang telah menjadi miliknya. Dalam hal ini Sadr menganggap bahwa kepemilikan yang dimiliki manusia hanya bersifat sementara sedangkan kepemilikan yang mutlak adalah milik Allah Swt.

Baqir As-Sadr memandang format kepemilikan menjadi dua yakni :

  1. Kepemilikan Public
  2. Milik Negara

Perbedaan antara kepemilikan public dan Negar terletak pada tata cara pengelolahanya. Kepemilikan public digunakan untuk seluruh kepentingan masyarakat. Misalnya rumah sakit, sekolah, dan sebagainya. Sedangkan kepemilikan negara dapat digunakan tidak hanya bagi kebaikan semua orang, melainkan dapat pula digunakan untuk suatu bagian dari masyarakat, jika negara memang menghendakinya. Misalnya pajak, cukai, harta yang tidak memiliki ahli waris, dsb.[4]

  1. Muhammad Abdul Mannan

Muhammad abdul mannan dilahirkan di bangladesh tahun 1938. Sesudah menerima gelar Master dibidang ekonomi dari Rajshani Universitas pada tahun 1960 ia berkerja diberbagai kantor ekonomi pemerintah di Pakistan. Pada tahun 1970 pindah ke Amerika Serikat dan disana mendapatrkan diri di Michigan State University untuk program MA (economics).[5]

  1. Pokok Pikiran Ekonomi Muhammad Abdul Mannan

Muhammad Abdul Mannan memberikan konstribusi dalam pemikiran ekonomi Islam melalui bukunya yang berjudul Ekonomi Islam Teori dan Praktek, yang menjelaskan bahwah sistem ekonomi islam sudah ada pertunjukannya dalam Al-Quran dan Hadist, namun dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang sering menimbulkan pertanyaan. Buku tersebut sangat bermanfaat untuk menjalankan ekonomi sesuai hukum islam. Asumsi dasar Muhammad Abdul Mannan:

  1. Mannan tidak percaya kepada “harmony of interesta” yang terbentuk oleh mekansme pasar seperti teori adam Adam Smith. Sejatinya harmony of interesta hanyalah angan-angan yang utopis karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai naluri untuk menguasai pada yang lain.
  2. Penolakanya pada Marxis : Teori perubahan Marxis tidak akan mengarah pada perubahan yang baik. Teori Marxis hanyalah reaksi dari kafitalisme yang jika ditarik garis merah tidak lebih dari solusi yang tidak tuntas.
  3. Mannan menyerahkan gagasan perlunya melepaskan diri dari pradigma kaum neoklasik positivis, dengan menyatakan bahawa abservasi harus ditunjukan kepada data historis. Hanya saja, Mannan lebauh menampilkan “wahyu” sebagai petunjuk dan pelengkap dalam arah observasi ekonomi.
  4. Mannan menolak gagasan kekuasan produsen atau  kekuasaan konsumen. Hal tersebut menurutnya akan memunculkan dominasi dan eksploitasi dalam kenyataan, sistem kapitalistik yang ada saat ini dikotomi kekuasaan produsen dan kekuasaan konsumen tak terhindarkan
  5. Dalam hal pemilikan individu dan swasta, Mannan berpendapat bahwa Islam mengizikan pemilikan swasta sepanjang tunduk pada kewajiban moral dan etik. Dia menambahkan bahwa semua bagian masyarakat harus memiliki hak untuk mendapatkan bagian dalam harta secara keseluruhan. Namun, setiap individu tidak boleh meyalagunakan kepercayaan yang dimilikinya dengan cara mengksploitasi pihak lain.
  6. Dalam mengembangkan ilmu ekonomim Islam, langka pertama Mannan adalah menentukan basic economic functions yang secara sederhana meliputi tiga fungsi, yaitu konsumsi, produksi dan distribusi.

Berdasarkan asumsi dasar di atas, Mannan membahas sifat, ciri dan kerangka institusinal ekonomi Islam, sebagai berikut:

https://goodluckdimsum.com/soccer-revolution-apk/