Pembangunan Ekonomi
Pendidikan

Pembangunan Ekonomi

Pembangunan Ekonomi

 

Pembangunan Ekonomi
Pembangunan Ekonomi

Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi dapat dijelaskan menggunakan dua pandangan, yaitu yang pertama, pandangan pembangunan lama atau tradisional. Pembangunan dalam pandangan ini diartikan sebagai berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada level tertentu. Penggunaan indikator PDRB ini terkait dengan kemampuan indikator ini dalam mencerminkan tingkat kemakmuran bangsa. Dengan kata lain, indikator ini memungkinkan kita untuk mengetahui tingkat output yang diproduksi sebuah negara untuk dikonsumsi oleh penduduknya atau digunakan untuk melakukan investasi. Selain penggunaan indikator PDB sebagai tolok ukur pertumbuhan di suatu negara, beberapa ahli ekonomi pembangunan lain menggunakan indikator produksi dan penyerapan tenaga kerja (employement) di negara tersebut.
Dalam pandangan tradisional ini, pembangunan yang dilakukan difokuskan pada sebuah sektor ekonomi atau sebuah lokasi yang dinilai strategis. Dengan fokus pembangunan di satu titik ini, diharapkan hasil dari titik tersebut menjadi pusat perhatian proses pembangunan akan dapat dirasakan oleh sektor ekonomi lain atau daerah lain yang berhubungan dengan titik tersebut baik secara langsung mapun tidak langsung dalam bentuk perluasan kesempatan kerja serta berbagai peluang ekonomi lainnya. Proses tersebut disebut juga dengan istilah tricle down effect (efek penetesan ke bawah).

Pembangunan Ekonomi dalam sudut pandang kedua atau disebut dengan istilah pembangunan modern tidak lagi menitikberatkan pada pencapaian PDRB sebagai tujuan akhir melainkan, menghilangkan/menghapuskan tingkat kemiskinan yang terjadi, penanaggulangan ketimpangan pendapatan serta penyediaan lapangan kerja yang mampu menyerap angkatan kerja produktif. Perbaikan kualitas kehidupan masyarakat seperti tingkat pendidikan yang lebih baik, peningkatan standar kesehatan, pemberantasan kemiskinan hingga penyegaran kehidupan budaya termasuk aspek penting pembangunan ekonomi.
Pembangunan tidak hanya dapat dilakukan di tingkat negara maupun di tingkat nasional. Namun pembangunan dapat dilaksnanakan dalam ruang lingkup yang lebih kecil dan seringkali pembangunan yang dilakukan di wilayah yang lebih kecil ini memberikan hasil yang mampu mendukung pembangunan yang dilakukan di wilayah yang lebih besar. Pada tingkat yang lebih kecil pembangunan dilakukan setingkat propinsi, maupun setikngkat kabupataen dan kota. Dari dua definisi di atas, baik dari pandangan tradisional maupun dari pandangan modern, proses pembangunan yang dilakukan haruslah memiliki tiga tujuan berikut (Todaro, 1997):

Tujuan Pembangunan Ekonomi

1. Peningkatan ketersediaan serta peruasan distribusi barang kebutuhan pokok. Barang yang dimaksud berupa kebutuhan sandang, pangan dan papan serta kebutuhan lain yang mendukung seperti kesehatan, pendidikan hingga keamanan.

2. Peningkatan standar hidup. Tujuan kedua ini tidak hanya mencakup peningkatan pendapatan semata namun juga harus meliputi penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan dan kehidupan masyarakat baik secara materiil maupun menumbuhkan jati diri yang terkandung di dalam setiap bangsa.

3. Perluasan pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap individu. Perluasan kesempatan ini mencakup pembebasan masyarakat dari sifat menghamba kepada seseorang serta kepada segala sesuatu yang mungkin merendahkan martabat kehidupan masyarakat tersebut.

Dari definisi tersebut jelas bahwa pembangunan ekonomi mempunyai empat sifat penting pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang berarti perubahan yang terjadi terus-menerus, usaha untuk menaikkan pendapatan perkapita, kenaikkan pendapatan perkapita tersebut harus terus berlangsung dalam jangka panjang, perbaikan sistem kelembagaan di segala bidang (misalnya ekonomi, politik, hukum, sosial dan budaya).


Sumber: http://rahmad.blog.unismuhpalu.ac.id/spacex-luncurkan-10-satelit-untuk-iridium/