Agama

PENGERTIAN MADZHAB

PENGERTIAN MADZHAB

PENGERTIAN MADZHAB

Pengertian Madzhab a. Menurut bahasa : Istilah madzhab merupakan sighat isim makan dari fi’il madli yaitu Dzahaba. Dzahaba artinya pergi; oleh karena itu mazhab artinya: tempat pergi atau jalan. Kata-kata yang semakna ialah: maslak, thariiqah dan sabiil, yang kesemuanya berarti jalan atau cara. Demikian pengertian mazhab menurut bahasa. b. Menurut istilah : 1. Ialah hasil ijtihd sorang imam (mujtahid mutlak mustakhil ) tentang hukum suatu masalah atau tentang kaidah-kaidah istimbat. Sebagai methode untuk memahami ajaran-ajaran agama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa madzhab berarti “hasil ijtihad seorang mujtahid mutlaq mustaqil tentang hukum suatu masalah, atau tentang kaidah-kaidah istimbat”. 2. Madzhab berarti “hasil ijtihad imam tentang kaidah-kaidah istimbat untuk menggali suatu hukum”, yaitu para ulama yang tidak sanggup menemukan kaidah-kaidah istimbat. Yaitu para mujtahid muntanbith/madzhab, mujtahid fatwa, dan mujtahid tarjih. Apabila mereka hendak menggali hukum, maka wajib bermadzhab, dalam arti bahwa wajib bagi mereka berpegang pada kaidah-kaidah istimbat yang dianut oleh imamnya. Adpun orang awam, atau ulama’ yang tidak menggali hukum tidak wajib bagi mereka bermadzhab menurut pengertian yang kedua. Pengertian madzhab menurut istilah dalam kalangan umat Islam ialah, “Sejumlah dari fatwa-fatwa dan pendapat-pendapat seorang alim besar di dalam urusan agama, baik ibadah maupun lainnya.” Tujuan mempelajari perbandingan madzhab ialah dapat membandingkan antara pendapat madzhab dan mengetahui dari mana pendapat itu di peroleh. Serta cara pengambilan hukumnya. Factor histories timbulnya madzhab ialah pada tahun 80 H tokoh imam abu hanifah. Ia mencari koidah-koidah fikih kemudian murid-muridnya mengikuti pendapatnya dan muridnya banyak menyebarkan pendapat itu kepelosok negeri. Sebab-sebab perbedaan pendapat dalam madzhab: A. Dibidang sumber hukum: 1. kedudukan hadist sebagai sumber hukum • Sampai tidaknya hadist kepada mereka • Percaya tidaknya terhadap perowi hadist • Shohih tidaknya suatu hadist • Pembagian hadist dhoif • Pemakaian hadist mursal • Perlawanan hadist ahad dengan alQur’an 2. perbedaan dalam ijma’: • Qiyas • Istihsan • Istihsab dll. B. dalam nash 1. Dalam kata tunggal : kata-kata musytarok, amr dan nahi dll. 2. Dalam susunan kata : mafhum muwafaqoh , ummul muqtdlo dll. Istilah madzhab merupakan sighat isim makan dari fi’il madli yaitu Dzahaba. Dzahaba artinya pergi; oleh karena itu mazhab artinya: tempat pergi atau jalan. Kata-kata yang semakna ialah: maslak, thariiqah dan sabiil, yang kesemuanya berarti jalan atau cara. Demikian pengertian mazhab menurut bahasa. Pengertian madzhab menurut istilah dalam kalangan umat Islam ialah, “Sejumlah dari fatwa-fatwa dan pendapat-pendapat seorang alim besar di dalam urusan agama, baik ibadah maupun lainnya.” Setiap mazhab punya guru dan tokoh-tokoh yang mengembangkannya. Biasanya mereka punya lembaga pendididikan yang mengajarkan ilmu-ilmu kepada ribuan muridnya. Berkembangnya suatu madzhab di sebuah wilayah sangat bergantung dari banyak hal. Salah satunya dari keberadaan pusat-pusat pengajaran madzhab itu sendiri. Selain itu sedikit banyak dipengaruhi juga oleh madzhab yang dianut oleh penguasa, di mana penguasa biasanya mendirikan universitas keagamaan dan mengajarkan mazhab tertentu di dalamnya. Nanti para mahasiswa yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia akan membuka perguruan tinggi dan akan menyebarkan madzhab tersebut di negeri masing-masing. Bila pengelilaan perguruan itu berjalan baik dan berhasil, biasanya akan mempengaruhi ragam madzhab penduduk suatu negeri. Di Mesir misalnya, madzhab As-Syafi’i di sana berhasil mengajarkan dan mendirikan perguruan tinggi, lalu punya banyak murid di antaranya dari Indonesia. Maka di kemudian hari, madzhab As-Syafi’i pun berkembang banyak di Indonesia. . Sekilas tentang 4 Mazhab . 1. Mazhab Hanafi Pendiri madzhab Hanafi ialah: Nu’man bin Tsabit bin Zautha. Dilahirkan pada masa sahabat, yaitu pada tahun 80 H = 699 M. Beliau wafat pada tahun 150 H bertepatan dengan lahirnya Imam Syafi’i R.A. Beliau lebih dikenal dengan sebutan: Abu Hanifah An Nu’man. Abu Hanifah adalah seorang mujtahid yang ahli ibadah. Dalam bidang fiqh beliau belajar kepada Hammad bin Abu Sulaiman pada awal abad kedua hijriah dan banyak belajar pada ulama-ulama Ttabi’in, seperti Atha bin Abi Rabah dan Nafi’ Maula Ibnu Umar. Madzhab Hanafi adalah sebagai nisbah dari nama imamnya, Abu Hanifah. Jadi madzhab Hanafi adalah nama dari kumpulan-kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya serta pendapat-pendapat yang berasal dari para pengganti mereka sebagai perincian dan perluasan pemikiran yang telah digariskan oleh mereka yang kesemuanya adalah hasil dari pada cara dan metode ijtihad ulama-ulama Irak ( Ahlu Ra’yi ). Maka disebut juga mazhab Ahlur Ra’yi masa Tsabi’it Tabi’in. Dasar-dasar Mazhab Hanafi Abu Hanifah dalam menetapkan hukum fiqh terdiri dari tujuh pokok, yaitu: Al-Kitab, As Sunnah, Perkataan para Sahabat, Al-Qiyas, Al-Istihsan, Ijma’ dan Uruf. Murid-murid Abu Hanifah adalah sebagai berikut: a. Abu Yusuf bin Ibrahim Al-Anshari (113-183 H) b. Zufar bin Hujail bin Qais al-Kufi (110-158 H) c. Muhammad bin Hasn bin Farqad as Syaibani (132-189 H) d. Hasan bin Ziyad Al-Lu’lu Al-Kufi Maulana Al-Anshari (….-204 H). Daerah-daerah Penganut Mazhab Hanafi Madzhab Hanafi mulai tumbuh di Kufah (Irak), kemudian tersebar ke negara-negara Islam bagian Timur. Dan sekarang ini mazhab Hanafi merupakan mazhab resmi di Mesir, Turki, Syiria dan Libanon. Dan madzhab ini dianut sebagian besar penduduk Afganistan, Pakistan, Turkistan, Muslimin India dan Tiongkok. 2. Mazhab Maliki Madzhab Maliki adalah merupakan kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Malik dan para penerusnya di masa sesudah beliau meninggal dunia. Nama lengkap dari pendiri madzhab ini ialah: Malik bin Anas bin Abu Amir. Lahir pada tahun 93 M = 712 M di Madinah. Selanjutnya dalam kalangan umat Islam beliau lebih dikenal dengan sebutan Imam Malik. Imam Malik terkenal dengan imam dalam bidang hadits Rasulullah SAW. Imam Malik belajar pada ulama-ulama Madinah. Yang menjadi guru pertamanya ialah Abdur Rahman bin Hurmuz. Beliau juga belajar kepada Nafi’ Maula Ibnu Umar dan Ibnu Syihab Az Zuhri. Adapun yang menjadi gurunya dalam bidang fiqh ialah Rabi’ah bin Abdur Rahman. Imam Malik adalah imam ( tokoh ) negeri Hijaz, bahkan tokohnya semua bidang fiqh dan hadits. Dasar-dasar Mazhab Maliki Dasar-dasar madzhab Maliki diperinci dan diperjelas sampai tujuh belas pokok ( dasar ) yaitu: • Nashshul Kitab • Dzaahirul Kitab ( umum ) • Dalilul Kitab ( mafhum mukhalafah ) • Mafhum muwafaqah • Tanbihul Kitab, terhadap illat • Nash-nash Sunnah • Dzahirus Sunnah • Dalilus Sunnah • Mafhum Sunnah • Tanbihus Sunnah • Ijma’ • Qiyas • Amalu Ahlil Madinah • Qaul Shahabi • Istihsan • Muraa’atul Khilaaf • Saddud Dzaraa’i. Sahabat-sahabat Imam Maliki dan Pengembangan Mazhabnya Di antara ulama-ulama Mesir yang berkunjung ke Madinah dan belajar pada Imam Malik ialah: 1. Abu Muhammad Abdullah bin Wahab bin Muslim. 2. Abu Abdillah Abdur Rahman bin Qasim al-Utaqy. 3. Asyhab bin Abdul Aziz al-Qaisi. 4. Abu Muhammad Abdullah bin Abdul Hakam. 5. Asbagh bin Farj al-Umawi. 6. Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam. 7. Muhammad bin Ibrahim bin Ziyad al-Iskandari. Adapun ulama-ulama yang mengembangkan madzhab Maliki di Afrika dan Andalus ialah: 1. Abu Abdillah Ziyad bin Abdur Rahman al-Qurthubi. 2. Isa bin Dinar al-Andalusi. 3. Yahya bin Yahya bin Katsir Al-Laitsi. 4. Abdul Malik bin Habib bin Sulaiman As Sulami. 5. Abdul Hasan Ali bin Ziyad At Tunisi. 6. Asad bin Furat. 7. Abdus Salam bin Said At Tanukhi. Sedang Fuqaha-fuqaha Malikiyah yang terkenal sesudah generasi tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1. Abdul Walid al-Baji 2. Abdul Hasan Al-Lakhami 3. Ibnu Rusyd Al-Kabir 4. Ibnu Rusyd Al-Hafiz 5. Ibnu ‘Arabi 6. Ibnul Qasim bin Jizzi Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Maliki. Awal mulanya tersebar di daerah Madinah, kemudian tersebar sampai saat ini di Marokko, Aljazair, Tunisi, Libia, Bahrain, dan Kuwait. 3.Mazhab Syafi’i. Mazhab ini dibangun oleh Al-Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i seorang keturunan Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdi Manaf. Beliau lahir di Gaza ( Palestina ) tahun 150 H bersamaan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah yang menjadi Madzhab yang pertama. Guru Imam Syafi’i yang pertama ialah Muslim bin Khalid, seorang Mufti di Mekah. Imam Syafi’i sanggup hafal Al-Qur-an pada usia tujuh tahun. Setelah beliau hafal Al-Qur-an barulah mempelajari bahasa dan syi’ir. kemudian beliau mempelajari hadits dan fiqh. Mazhab Syafi’i terdiri dari dua macam; Berdasarkan atas masa dan tempat beliau mukim. Yang pertama ialah QAUL QADIM Yaitu madzhab yang dibentuk sewaktu hidup di Irak. Dan yang kedua ialah QAUL JADID – yaitu madzhab yang dibentuk sewaktu beliau hidup di Mesir pindah dari Irak. Keistimewaan Imam Syafi’i dibanding dengan Imam Mujtahidin yaitu bahwa beliau merupakan peletak batu pertama ilmu Ushul Fiqh dengan kitabnya Ar Risaalah. Dan kitabnya dalam bidang fiqh yang menjadi induk dari mazhabnya ialah: Al-Um. Dasar-dasar Mazhab Syafi’i Dasar-dasar atau sumber hukum yang dipakai Imam Syafi’i dalam mengistinbat hukum sysra’ adalah: 1. Al-Kitab. 2. Sunnah Mutawatirah. 3. Al-Ijma’. 4. Khabar Ahad. 5. Al-Qiyas. 6. Al-Istishab. Sahabat-sahabat beliau yang berasal dari Irak antara lain: 1. Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid bin Yaman al-Kalabi al-Bagdadi. 2. Ahmad bin Hanbal yang menjadi Imam Mazhab keeempat. 3. Hasan bin Muhammad bin Shabah Az Za’farani al-Bagdadi. 4. Abu Ali Al-Husain bin Ali Al-Karabisi. 5. Ahmad bin Yahya bin Abdul Aziz al-Bagdadi. Adapun sahabat beliau dari Mesir: 1. Yusuf bin Yahya al-Buwaithi al-Misri. 2. Abu Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani al-Misri. 3. Rabi’ bin Abdul Jabbar al-Muradi. 4. Harmalah bin Tahya bin Abdullah Attayibi 5. Yunus bin Abdul A’la Asshodafi al-Misri. 6. Abu Bakar Muhammad bin Ahmad. Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Syafi’i Mazhab Syafi’i sampai sekarang dianut oleh umat Islam di: Libia, Mesir, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Somalia, Arabia Selatan, Palestina, Yordania, Libanon, Siria, Irak, Hijaz, Pakistan, India, Jazirah Indo China, Sunni-Rusia dan Yaman. 4. Madzhab Hambali. Pendiri Madzhab Hambali ialah: Al-Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal bin Hilal Azzdahili Assyaibani. Beliau lahir di Bagdad pada tahun 164 H. dan wafat tahun 241 H. Ahmad bin Hanbal adalah seorang imam yang banyak berkunjung ke berbagai negara untuk mencari ilmu pengetahuan, antara lain: Siria, Hijaz, Yaman, Kufah dan Basrsh. Dan beliau dapat menghimpun sejumlah 40.000 hadits dalam kitab Musnadnya. Dasar-dasar Madzhabnya. Adapun dasar-dasar mazhabnya dalam mengistinbatkan hukum adalah: 1. Nash Al-Qur-an atau nash hadits. 2. Fatwa sebagian Sahabat. 3. Pendapat sebagian Sahabat. 4. Hadits Mursal atau Hadits Dha’if. 5. Qiyas. Dalam menjelaskan dasar-dasar fatwa Ahmad bin Hanbal ini di dalam kitabnya I’laamul Muwaaqi’in. Pengembang-pengembang Madzhabnya Adapun ulama-ulama yang mengembangkan madzhab Ahmad bin Hanbal adalah sebagai berikut: 1. Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Hani yang terkenal dengan nama Al-Atsram – dia telah mengarang Assunan Fil Fiqhi ‘Alaa Mazhabi Ahamd. 2. Ahmad bin Muhammad bin Hajjaj al-Marwazi yang mengarang kitab As Sunan Bisyawaahidil Hadis. 3. Ishaq bin Ibrahim yang terkenal dengan nama Ibnu Ruhawaih al-Marwazi dan termasuk ashab Ahmad terbesar yang mengarang kitab As Sunan Fil Fiqhi. Ada beberapa ulama yang mengikuti jejak langkah Imam Ahmad yang menyebarkan madzhab Hambali, di antaranya: 1. Muwaquddin Ibnu Qudaamah al-Maqdisi yang mengarang kitab Al-Mughni. 2. Syamsuddin Ibnu Qudaamah al-Maqdisi pengarang Assyarhul Kabiir. 3. Syaikhul Islam Taqiuddin Ahmad Ibnu Taimiyah pengarang kitab terkenal Al-Fataawa. 4. Ibnul Qaiyim al-Jauziyah pengarang kitab I’laamul Muwaaqi’in dan Atturuqul Hukmiyyah fis Siyaasatis Syar’iyyah.Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qaiyim adalah dua tokoh yang membela dan mengembangkan mazhab Hambali. Daerah yang Menganut Madzhab Hambali. Awal perkembangannya, madzhab Hambali berkembang di Bagdad, Irak dan Mesir dalam waktu yang sangat lama. Pada abad XII madzhab Hambali berkembang terutama pada masa pemerintahan Raja Abdul Aziz As Su’udi. ( saat ini menganut Faham Abu Hanifah …pen ). Dan masa sekarang ini menjadi madzhab resmi pemerintahan Saudi Arabia dan mempunyai penganut terbesar di seluruh Jazirah Arab, Palestina, Siria dan Irak.

Baca Juga: