PENGERTIAN ORIENTALISME & SEJARAH ORIENTALISME

PENGERTIAN ORIENTALISME SEJARAH ORIENTALISME

PENGERTIAN ORIENTALISME & SEJARAH ORIENTALISME

PENGERTIAN ORIENTALISME SEJARAH ORIENTALISME
PENGERTIAN ORIENTALISME SEJARAH ORIENTALISME

PENGERTIAN ORIENTALISME

Orientalisme, terdiri dari dua kata oriental dan isme. Oriental artinya : bersifat Timur, Isme yaitu : kata penyambung yang menunjukkan sesuatu paham, ajaran dan cita-cita, acara, sistem atau sikap. Maka orientalisme bisa diartikan ajaran dan paham yang bersifat timur dan tentang persoalan Timur.
Dari segi terminologinya, Muhammad Ismail Ya’kub menyatakan bahwa orientalis adalah orang yang ahli soal-soal ketimuran yakni segala sesuatu yang mengenai negeri-negeri Timur, terutama negeri-negeri Arab pada umumnya dan Islam pada khusunya. Tentang kebudayaannya, agamanya, peradabannya dan lain-lainnya.
Orientalis yang dimaksud disini adalah para sarjana Barat yang notabene non muslim (Yahudi, Kristen atau bahkan Ateis) namun mereka sibuk mengkaji Islam beserta seluk beluknya.

SEJARAH ORIENTALISME

Orientalisme itu dimulai oleh kaum orientalisten dengan mempelajari bahasa Arab dan Agama Islam, kemudian meluas mempelajari semua agama Timur, adat istiadatnya, peradabannya, ilmu buminya, bahasa dan lainn-lainnya. Akan tetapi, kaum orientalisten lebih mementingkan tentang Islam dan peradaban Islam.

Mengenai sejarah orientalisme itu tidak diketahui pasti kejelasannya tentang siapa orang Barat yang pertama mempelajari hal ketimuaran, akan tetapi terdapat dalil yang menguatkan bahwa Orang-orang barat mulai berkecimpung dalam studi tentang dunia Timur adalah pada permulaan abad kesepuluh Masehi. Yaitu ketika beberapa orang pendeta Barat khususnya di Andalusia (Spanyol), ingin memperlihatkan kebolehan dan kemampuannya setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah-sekolah studi ketimuran. Para pendeta Nasrani Barat ini datang di Andalusia (Spanyol) pada masa keemasan Islam. Di negeri itu, mereka menjadi murid dari ulama-ulama terkemuka pada waktu itu dalam berbagai macam ilmu pengetahuan. Dan ketika mereka kembali ke negeri asalnya, mereka menyalin Al-Qur’anul karimdan buku-buku Arab ke dalam bahasa mereka. Dan salah seorang dari pendeta-pendeta itu adalah Jerbert, yang terpilih menjadi paus Roma Katolik di Roma tahun 999 M. Selain itu, tercatat juga Pierrele Aenere (1092-1156) dan Gerard dan Gremone (1114-1187).

Sebagaimana diketahui bahwa Barat Kristen dengan Timur Islam telah bertemu dalam permusuhan bersenjata pada masa dua abad lamanya. Yaitu dalam perang salib, yaitu pada akhir abad XI samapai akhir abad ke XIII. Dimana perang salib ini merupakan tantangan dunia Kristen menganggap dunia Islam sejak tahun 632, merupakan pihak penyerang, bukan saja hanya di Syiria dan Asia kecil, juga di Spanyol dan Sisilia. Reaksi penaklukan ini mulai terasa kira-kira dalam tahun 1127, dan pada tanggal 1 juli 1187 kota Hittin jatuh dan kekuasaan orang Perancis menjadi hancursehingga kota Yerussalem menyerah dalam pertempuan di Hittin pada tanggal 2 oktober 1187. Tokoh yang berperan dalam hal ini adalah Salahuddin Al-Ayyubi dan beliau merupakan pahlawan Islam dalam menghadapi tentara salib.

Baca Juga: