Penilaian Sertifikasi Guru

Penilaian Sertifikasi Guru

Penilaian Sertifikasi Guru

Penilaian Sertifikasi Guru
Penilaian Sertifikasi Guru

 

Inilah berita baik bagi para peserta Sertifikasi Guru dan Pengawas Sekolah Tahun 2009 Rayon 10 Jawa Barat. Berdasarkan hasil penulusuran penulis, melalui situs resmi sertifikasi guru Rayon 10 Jawa-Barat, Panitia Sertifikasi Guru Rayon 10 Jawa Barat telah mempublikasikan hasil asesmen Sertifikasi Guru dan Pengawas Sekolah Tahun 2009.

Kendati demikian sungguh sangat disayangkan, entah karena alasan apa ternyata hingga saat ini (25 Agustus 2009, 19:11) Panitia tampaknya baru sanggup mengumumkan hasil penilaian (asesmen) untuk 7 (tujuh) kabupaten/kota saja, yaitu: (1) Kabupaten Bandung, (2) Kota Bandung, (3) Kabupaten Indramayu, (4) Kabupaten Majalengka, (5) Kabupaten Sumedang, (6) Kabupaten Cirebon, dan (7) Kota Cirebon.

Sementara Kabupaten/Kota lainnya yang tergabung dalam Rayon 10 Jawa Barat tampaknya harus bersabar menunggu. Tentunya, kita berharap, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, panitia dapat segera mempublikasikan hasilnya secara keseluruhan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini disajikan Tabel Data Rekapitulasi Hasil Asesmen dari Tujuh Kabupaten/Kota Rayon 10 Jawa Barat

INSTANSI STATUS JUMLAH %
DINAS PENDIDIKAN
JALUR PORTOFOLIO
Lulus 4.342 42%
Melengkapi Administrasi 155 2%
Melengkapi Substansi 43 0%
MPLG 5.576 54%
Klarifikasi 148 1%
Diskualifikasi 0 0%
JUMLAH 10.264 100%
DEPARTEMEN AGAMA
JALUR PORTOFOLIO
Lulus 220 14%
Melengkapi Administrasi 1 0%
Melengkapi Substansi 7 0%
MPLG 1.331 82%
Klarifikasi 67 4%
Diskualifikasi 0 0%
JUMLAH 1.626 100%
DINAS PENDIDIKAN
JALUR DOKUMEN
Memenuhi Persyaratan 48 59%
Tdk Memenuhi Persyaratan 8 10%
Klarifikasi 26 32%
Diskualifikasi 0 0%
JUMLAH 82 100%
TOTAL (PORTOFOLIO+DOKUMEN) 11.972

 

Berdasarkan data di atas, ada hal yang menggembirakan karena hingga sejauh ini proses sertifikasi di rayon 10 Jawa Barat tidak ada satu pun peserta yang dinyatakan didiskualifikasi. Berbeda dengan proses sertifikasi guru pada tahun 2008 yang lalu, terdapat empat peserta yang dinyatakan didiskualifikasi karena adanya beberapa pelanggaran yang dilakukan peserta sertifikasi dalam berkas portofolio yaitu penggunaan tanda tangan Kepala Sekolah terdahulu tanpa sepengetahuan yang bersangkutan dan Plagiat Modul dalam dokumen portofolio.

Masih mengacu pada data di atas, bahwa peserta yang dinyatakan harus mengikuti pelatihan (MPLG) tampak masih dominan (dinas pendidikan sebanyak 54 % dan Depag sebanyak 82%). Tentunya keadaan ini menarik untuk diteliti lebih lanjut, kenapa terjadi demikian? Apakah memang peserta yang bersangkutan dianggap masih belum kompeten? Ataukah terdapat proses sertifikasi yang harus dievaluasi?

Terkait dengan peserta sertifikasi melalui jalur dokumen tampak jumlahnya masih relatif sedikit. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta yang berlatar belakang pendidikan S2 dan memiliki golongan IV.b atau S1 dengan golongan IV.c jumlahnya masih sedikit. Bahkan, diantara 7 (tujuh) kabupaten/kota terdapat 2 (dua) kabupaten yang sama sekali tidak mengikuti jalur dokumen ini.

Hal lain yang menarik untuk dipertanyakan tentang proses sertifikasi melalui jalur dokumen ini yaitu adanya peserta yang dinyatakan Klarifikasi. Apakah hal ini akan mengakibatkan yang bersangkutan akan dinyatakan didiskualifikasi? Ataukah ada tindak lanjut lain?. Terus terang, saya masih memiliki keterbatasan informasi tentang hal yang satu ini. Barangkali ada diantara pengunjung yang bisa menjelaskan tentang hal ini.

Baca :