PENYEBAB BANGSA-BANGSA EROPA MENGINCAR BANGSA-BANGSA DI ASIA

PENYEBAB BANGSA-BANGSA EROPA MENGINCAR BANGSA-BANGSA DI ASIA

PENYEBAB BANGSA-BANGSA EROPA MENGINCAR BANGSA-BANGSA DI ASIA

PENYEBAB BANGSA-BANGSA EROPA MENGINCAR BANGSA-BANGSA DI ASIA
PENYEBAB BANGSA-BANGSA EROPA MENGINCAR BANGSA-BANGSA DI ASIA

A.    PENYEBAB (latar belakang) KEDATANGAN BANGSA EROPA  KEINDONESIA

Faktor-faktor yang mendorong bangsa-bangsa Eropa pergi ke Asia, antara lain sebagai berikut.
1.Dikuasainya rute dan pusat-pusat perdagangan di Timur Tengah oleh orang-orang Islam.
2.Adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu dengan ditemukan peta dan kompas yang sangat penting bagi pelayaran.
3.Adanya keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah dari daerah asal sehingga harganya lebih murah dan dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
4.Adanya keinginan untuk melanjutkan Perang Salib dan menyebarkan agama Nasrani ke daerah-daerah yang dikunjungi.
5.Adanya jiwa petualangan sehingga menggugah semangat untuk melakukan penjelajahan samudra.
a.Masuknya Bangsa Portugis ke Indonesia
Bangsa Portugis telah berhasil mencapai India (Kalikut) 1498. Bangsa Portugis berhasil mendirikan kantor dagangnya di Gowa pada tahun1509.
Pada tahun 1511 di bawah pimpinan  d’Albuquerque Portugis berhasil menguasai Malaka. Dari Malaka di bawah pimpinan d’Abreu tahun 1512 Portugis telah sampai di Maluku dan diterima baik oleh Sultan Ternate yang pada waktu itu sedang bermusuhan dengan Tidore. Portugis berhasil mendirikan benteng dan mendapatkan hak monopoli perdagangan rempah-rempah.
Selain mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku, Portugis juga aktif menyebarkan agama Kristen (Katolik) dengan tokohnya yang terkenal ialah Franciscus Xaverius. Portugis ini tidak hanya memusatkan kegiatannya di Indonesia bagian timur (Maluku ), tetapi juga ke Indonesia bagian barat (Pajajaran). Pada tahun 1522 Portugis datang ke Pajajaran di bawah pimpinan Henry Leme dan disambut baik oleh Pajajaran dengan maksud agar Portugis mau membantu dalam menghadapi ekspansi Demak.
Terjadilah Perjanjian Sunda Kelapa (1522) antara Portugis dan Pajajaran, yang isinya sebagai berikut.
1)Portugis diijinkan mendirikan benteng di Sunda Kelapa.
2)Pajajaran akan menerima barang-barang yang dibutuhkan dari Portugis termasuk senjata.
3)Portugis akan memperoleh lada dari pajajaran menurut kebutuhannya.
Awal tahun 1527 Portugis datang lagi ke Pajajaran untuk merealisasi Perjanjian Sunda Kelapa, namun disambut dengan pertempuran oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahilah. Pertempuran berakhir dan namanya diganti menjadi Jayakarta, artinya pekerjaan yang jaya (menang).

b.Masuknya Bangsa Spanyol ke Indonesia

Kedatangan bangsa Portugis sampai di Indonesia (Maluku) segera diikuti oleh bangsa Spanyol. Ekspedisi bangsa Spanyol di bawah pimpinan Magelhaen, pada tanggal 7 April 1521 telah sampai di Pulau Cebu. Rombongan Magelhaen diterima baik oleh Raja Cebu sebab pada waktu itu Cebu sedang bermusuhan dengan Mactan. Persekutuan dengan Cebu ini harus dibayar mahal Spanyol sebab dalam peperangan ini Magelhaen terbunuh.
Dengan meninggalnya Magelhaen, ekspedisi bangsa Spanyol di bawah pimpinan Sebastian del Cano melanjutkan usahanya untuk menemukan daerah asal rempah-rempah. Dengan melewati Kepulauan Cagayan dan Mindanao akhirnya sampai di Maluku (1521). Kedatangan bangsa Spanyol ini diterima baik oleh Sultan Tidore yang saat itu sedang bermusuhan dengan Portugis.
Sebaliknya, kedatangan Spanyol di Maluku bagi Portugis merupakan pelanggaran atas “hak monopoli”. Oleh karena itu, timbullah persaingan antara Portugis dan Spanyol.
Sebelum terjadi perang besar, akhirnya diadakan Perjanjian Saragosa (22 April 1529) yang isinya sebagai berikut.
1) Spanyol harus meninggalkan Maluku, dan memusatkan kegiatannya di Filipina.
2) Portugis tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku.
c.Masuknya Bangsa Belanda ke Indonesia
Sebelum datang ke Indonesia, para pedagang Belanda membeli rempah-rempah di Lisabon (ibu kota Portugis). Pada waktu itu Belanda masih berada di bawah penjajahan Spanyol. Mulai tahun 1585, Belanda tidak lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon karena Portugis dikuasai oleh Spanyol. Dengan putusnya hubungan perdagangan rempah-rempah antara Belanda dan Spanyol mendorong bangsa Belanda untuk mengadakan
penjelajahan samudra.
Pada bulan April 1595, Belanda memulai pelayaran menuju Nusantara dengan empat buah kapal di bawah pimpinan Cornelis  de Houtman. Dalam pelayarannya menuju ke timur, Belanda menempuh rute Pantai Barat Afrika –Tanjung Harapan–Samudra Hindia–Selat Sunda–Banten.
Pada saat itu Banten berada di bawah pemerintahan Maulana Muhammad (1580–1605) Kedatangan rombongan Cornelis de Houtman, pada mulanya diterima baik oleh masyarakat Banten dan juga diizinkan untuk berdagang di Banten.
Namun, karenanya sikap yang kurang baik sehingga orang Belanda kemudian diusir dari Banten. Selanjutnya, orang-orang Belanda meneruskan perjalanan ke timur akhirnya sampai di Bali.
Rombongan kedua dari Negeri Belanda di bawah pimpinan Jacob van Neck dan Van Waerwyck, dengan delapan buah kapalnya tiba di Banten pada bulan November 1598. Pada saat itu hubungan Banten dengan Portugis sedang memburuk sehingga kedatangan bangsa Belanda diterima dengan baik. Sikap Belanda sendiri juga sangat hati-hati dan pandai mengambil hati para penguasa Banten sehingga tiga buah kapal mereka penuh dengan muatan rempah-rempah (lada) dan dikirim ke Negeri Belanda, sedangkan lima buah kapalnya yang lain menuju ke Maluku.
Keberhasilan rombongan Van Neck dalam perdagangan rempah-rempah, mendorong orang-orang Belanda yang lain untuk datang ke Indonesia. Akibatnya terjadi persaingan di antara pedagang-pedagang Belanda sendiri.
Setiap kongsi bersaing secara ketat. Di samping itu, mereka juga harus menghadapi persaingan dengan Portugis, Spanyol, dan Inggris. Melihat gelagat yang demikian, Olden Barneveld menyarankan untuk membentuk perserikatan dagang yang mengurusi perdagangan di Hindia Timur. Pada tahun 1602 secara resmi terbentuklah Vereenigde Oost Indiesche Compagnie (VOC) atau Perserikatan Dagang Hindia Timur. VOC membuka kantor dagangnya yang pertama di di Banten (1602) di kepalai oleh Francois Wittert.

Tujuan dibentuknya VOC adalah sebagai berikut.

1.Untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama pedagang Belanda.
2.Untuk memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan, baik dengan sesama bangsa Eropa, maupun dengan bangsa-bangsa Asia.
3.Untuk mendapatkan monopoli perdagangan, baik impor maupun ekspor.

A. Sebab dan Tujuan Kedatangan Bangsa Eropa

Secara umum, kedatangan bangsa Eropa ke Asia termasuk ke Indonesia dilandasi keinginan mereka untuk berdagang,dan menyebarkan agama.Sebab dan tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur sebagai berikut :
•    Mencari kekayaan termasuk berdagang
•     Menyalurkan jiwa penjelajah
•    Meyakini Keberadaan Prester John
•    Menyebarkan agama
•    Mencari kemuliaan bangsa
Sejak abad ke -13, rempah-rempah merupakan bahan dagang yang sangat menguntungkan. Hal ini mendorong orang-orang Eropa berusaha mencari harta kekayaan ini sekalipun menjelajah semudera. Bangsa Eropa dikenal sebagai bangsa penjelajah, terutama untuk menemukan daerah-daerah baru. Mereka berlomba-lomba meninggalkan Eropa. Mereka yakin bahwa jika berlayar ke satu arah, maka mereka akan kembali ke tempat semula. Selain itu, orang-orang Eropa terutama Protugis dan Spanyol yakin bahwa di luar Eropa ada Prestor John (kerajaan dan penduduknya beragama Kristen).

B.  PENYEBAB (latar belakang) KEDATANGAN BANGSA EROPA  KE INDIA
Bangsa Eropa yang pertama kali menyerbu Asia adalah bangsa Portugis. Alasan mereka menyerbu dan menguasai Asia adalah
1.mereka ingin merebut perdagangan dan pangkalan perniagaan Islam serta menyebarkan agama mereka, yaitu Nasrani. Tahun 1498, Vasco da Gama, seorang pelayar dari Portugis tiba di Kalikut, suatu tempat yang berada di pantai barat daya India. Dalam tahun 1500 angkatan laut Portugis di bawah pimpinan Cabral tiba pula di Kalikut dan
2.mendirikan bandar dan benteng di sana. Penggantinya, Alfonso d’ Albuquerque, pada tahun 1510 menyerang dan merebut Goa dan Malaka (1511).
3.Kemudian mereka memasuki Indonesia sampai di Maluku. Kesebelah barat ia mencoba merebut Aden, tetapi gagal. Tempat-tempat yang diduduki orang Portugis di daratan India tidaklah banyak. Yang lebih penting bagi mereka ialah pulau Sailan.
4.Selain portugis bangsa-bangsa eropa lain seperi inggris, belanda, dan perancis, juga mengikuti jejak orang-orang portugis dan muncul di India. Namun lama-kelamaan kedudukan portugis di India semakin melemah. Hal ini di karenakan perbuatan mereka yang kurang jujur dan para pegawai Portugis yang memeras rakyatnya. Orang-orang Portugis dapat di usir oleh penjajah lain, yakni Belanda danInggris. Benteng-benteng kecil daratan India mulanya jatuh ke tangan belanda, namun tidak lama kemudian berhasil direbut oleh Inggris. Dan Inggris memusatkan tenaga mereka di India.
5. Inggris pertama kali memasuki India pada tahun 1612 di Surat. Masuknya Inggris ke India dikarenakan oleh suatu faktayang di buat oleh Ratu Elizabeth I yang berisi ialah membentuk suatuEast India Companyuntuk melakukan perdagangan antara India dan Inggris. Namun Inggris harus bersaing denganFrench East IndiaCompanyyang juga melakukan hubungan dagang dengan India.
6.Demi mencapai perluasan daerah perdagangan, Perancis pun akhirnya dikalahkan oleh tentara Inggris yang dipimpin oleh Robert Clive di India bagian Selatan. Awal mula imperialisme Inggris di India ditandai dengan kemenangan Inggris atasNawab of Bengalpada pertempuran Plassey tanggal 23 Juni 1757 menghancurkan pasukan Nawab Surajuddaula dan Perang Buxor (Oktober 1764) mengalahkan aliansi Nawab Mir Qasim dengan Sultan Shah Alam dari Mughal.
7.Sebagai hasilnya, EIC memeperoleh hakdiwani, yaitu hak untuk mengumpulkan penghasilan atas tiga wilayah, Benggala, Bihar dan Orissa. Kemenangan Inggris inilah yang menjadi katalis bagi pergeseran kepentingan Inggris di India dari menggunakannya sebagai daerah perdagangan menjadi daerah teritorial Inggris.
8.Selain itu, kemenangan ini pulalah yang mengukuhkan kekuasaanEast India Companysebagai“The Greatest European Trader In India” .Pengganti Clive, Warren Hastings (1772-1785), dianggap sebagai tokoh yang berjasa dalam pembentukan sejarahBritish India (India yang dikuasai oleh Inggris).
9.Hal ini karena pada masa itu disusun struktur pemerintahan kolonialis Inggris, dengan Warren Hastings sebagai Gubernur Jendral yang pertama. Juga dibentuk a Board of Control, sebuah badan yang bertugas mengawasi pemerintahan EIC di Indonesia. [2]Hastings juga mendapat hak istimewa untuk mengambil segala tindakan yang dirasanya perlu.
10.Pada permulaan abad ke-19 hampir seluruh India ada dibawah kekuasaanya.  Peta politik India mengalami perubahan besar ketika Lord Wellesley (1798-1805) menjadi Gubernur Jendral EIC di India. Dengan mencanangkan kebijakan Subsidiarry Alliances (Raja-raja India yang bersekutu dengan Inggris, membayar upeti dan mengusir perwira-perwira Eropa selain Inggris),Wellesley berhasil menjadikan EIC sebagai kekuatan politik terbesar di India karena menguasai Bengala, Bihar, Orissa, Mysore, Oudh dan sebagian Maratha. Tetapi kekuasaan kolonial Inggris benar-benar kokoh di anak Benua India semenjak pertengahan abad ke-19, setelah berhasil menganeksasi Punjab dan mengalahkan Kerajaan Sikh. K. M. Panikkar (1948: 260) menyebutkan angka tahun 1848 sebagai tahun dipersatukannya seluruh kawasan anak Benua India oleh Inggris. Kekuasaan Inggris benar-benar kokoh pada pertengahan abad ke-19 setelah menaklukkan kerajaan-kerajaan pribumi India selama sekitar satu abad.Dengan system adu domba. (https://dosen.co.id/)