Peran Penting Guru BK di Era Industri 4.0

Peran Penting Guru BK di Era Industri 4.0

Peran Penting Guru BK di Era Industri 4.0

 

Peran Penting Guru BK di Era Industri 4.0

BANDUNG, DISDIK JABAR

Perwakilan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Praptono resmi membuka acara “Konvensi Nasional Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia” di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda, Kota Bandung, Jumat (1/1/19). Ia mengatakan bahwa peran guru bimbingan konseling (BK) sangat dibutuh di era Industri 4.0 seperti sekarang ini dimana siswa-siswa pada generasi perlu diawasi sekaligus bimbingan.

Selain itu

Praptono juga mengajak untuk meningkatkan kualitas serta kompetensi guru melalui diskusi yang mengangkat tema ‘Eksistensi Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia Dalam Era Disrupsi Menyongsong Generasi Emas 2045. “Mari menghadapi era milenial ini dengan penuh tantangan. Guru BK menjadi hal yang paling penting dalam kehidupan,” ujar Praptono saat memberi sambutan.

Lebih lanjut Praptono mempaarkan

betapa perlunya setiap guru Bimbingan Konseling meluruskan steorotif yang berkembang dalam masyarakat. Berkenaan dengan Guru BK yang galak dan selalu merazia anak-anak yang bermasalah. “Sudah seharusnya, memberikan pelayanan BK serta memfasilitasi perkembangan peserta didik agar mampu mengaktualisasikan potensi dalam rangka mencapai kemandirian,” tuturnya.

Setiap guru harus memenuhi kompetensi dasar yang harus dimiliki

Kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan kompetensi sosial. Bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun telah mendukung penuh pendidikan dan kualitas guru di setiap daerah dengan dua cara yang diterapkan. “Hak tersebut adalah berkaitan dengan penataan dan penyebaran guru khususnya  guru-guru yang berkualitas yang kebanyakan masih ada di pulau jawa dan daerah kota saja. Sedangkan di luar kota dan daerah terpencil masih kekurangan,” tambahnya.

Selanjutnya adalah pendekatan dalam rangka pendekatan mutu penididikan di sistem zonasi.
Begitupun dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling di setiap zonasi akan dibentuk dalam musyawarah di setiap daerah. Serta menciptakan guru BK yang memenuhi kompetensi dasar.

 

Sumber: https://pengajar.co.id/