Proses Perangkat Lunak

Proses Perangkat Lunak

Proses Perangkat Lunak

Proses Perangkat Lunak
Proses Perangkat Lunak

Perangkat Lunak(wikipedia) adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai ‘penterjemah’ perintah-perintah yang dijalankan pengguna computer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras. Perangkat lunak ini dibagi menjadi 3 tingkatan: tingkatan program aplikasi (application program misalnya OpenOffice.org), tingkatan system operasi (operating system misalnya Ubuntu), dan tingkatan bahasa pemrograman(yang dibagi lagi atas bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Pascal dan bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu bahasa rakitan).

Perangkat lunak adalah program komputer yang isi instruksinya dapat diubah dengan mudah. Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut sebagai device driver), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya (seperti system operasi, dan bahasa pemrograman), dan lain-

Proses perangkat lunak merupakan sekumpulan aktivitas terstruktur untuk mengembangkan sistem perangkat lunak. Dalam hal ini terdapat 4 aktivitas dasar, yaitu :

1. Spesifikasi
2. Desain
3. Validasi
4. Evolusi

Model proses perangkat lunak adalah representasi abstrak dari proses serta merupakan gambaran proses dari beberapa perspektif tertentu.

Model Proses Software Generik :

1. Model Waterfall

Model ini mengharuskan kebutuhan yang diinginkan software harus terdefinisi dengan baik.
Adapun fase-fase dari model waterfall ini adalah :

a. Analisa dan definisi kebutuhan
b. Desain sistem dan software
c. Implementasi dan unit testing
d. Integrasi dan testing sistem
e. Operasi dan maintenance
Kekurangan dari model waterfall ini adalah kesulitan untuk mengakomodasi perubahan setelah proses berjalan.

2. Pengembangan Evolusioner

a. Pengembangan Exploratory

Sistem ini bekerja dengan konsumen dan melibatkan sistem akhir dari spesifikasi skema inisial. Dimulai dari kebutuhan yang dimengerti dengan baik.

b. Throw away prototyping

Model ini mengerti kebutuhan sistem. Dimulai dengan kebutuhan yang tidak dimengerti dengan baik.

Model ini cocok untuk sistem interaktif berukuran kecil atau medium serta untuk bagian dari sistem besar dan untuk sistem dengan daur hidup pendek.

3. Pengembangan Sistem Formal

Dalam sistem formal ini diperlukan kemampuan dan training khusus untuk mengaplikasikan teknik ini. secara formal sulit untuk menentukan beberapa aspek dari sistem seperti antarmuka user. Aplikasi ini cocok untuk sistem kritis terutama dimana keselamatan dan keamanan harus dibuat sebelum sistem beroperasi.

4. Pengembangan Re-use Oriented

Model ini berbasis re-use, dimana sistem diinterasikan dalam komponen yang sudah ada atau sistem COTS Commercial off the Self). Adapun tahapan dari proses ini adalah :

a. Analisa komponen
b. Modifikasi kebutuhan
c. Desain sistem dengan re-use
d. Pengembangan dan integrasi. Pengembangan ini menjadi lebih penting tetapi masih terbatas penggunaannya.

Sumber: https://www.galerinfo.com