Pendidikan

Raja’ (Optimisme)

Raja’ (Optimisme)

Raja’ berarti suatu sikap mental optimisme dalam memperoleh karunia dan nikmat ilahi yang disediakan bagi hamba-hambanya yang saleh. Setelah tertanam dalam hati perasaan khauf harus dibarengi dengan pengharapan (raja’). Karena Allah yang maha pengampun lagi maha pengasih dan penyayang. Seorang hamba yang taat merasa optimis akan memperoleh karunia ilahi.

Ajaran-ajaran tasawuf menyimpulkan takut(khauf) dan pengharapan (raja’) tidak akan dirundung kemuraman dan keluhan, tidak pernah tidur senang karena mengingat Allah. Prinsip ajaran ini adalah mengandung sikap kesiapan untuk melakukan mawas diri dan muhasabah agar selalu memikirkan kehidupan yang akan datang yaitu kehidupan yang haqiqi dan abadi. Perasaan takut (khauf) sama dengan memetik amal sholeh.

2)        Rabiah Al-Adawiyah

Rabiah Al-Adawiyah bernama lengkap Rabiah Al-Adawiyah Al- Bashoriyah. Beliau lahir di Bashrah tahun 95 H. Sejak masa kanak-kanaknya dia sudah hafal Al-Qur’an dan sangat kuat beribadah serta hidup sederhana. Beliau hidup antara tahun 713-801 H. Menurut riwayatnya beliau adalah seorang hamba yang di bebaskan. Dalam hidup selanjutnya beliau banyak beribadah, bertaubat, dan menjalani hidup duniawi.[4]

Rabiah Al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita yang beraliran sunni dikenal karena kecintaannya terhadap Allah dan seorang sufi wanita yang zuhud, yaitu tidak tertarik kepada kehidupan dunia, sehingga ia mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah swt. Rabiah Al-Adawiyah dalam perkembangan mistisme dalam islam tercatat sebagai dasar tasawuf berdasarkan cinta kepada Allah.

Rabiah adalah seorang zahidah sejati. Memeluk erat kemiskinan demi cintanya pada Allah. Lebih memilih hidup dalam keserhanaan. Defenisi cinta menurut Rabiah adalah cinta seorang hamba kepada Tuhannya. Konsep ajaran tasawuf Rabiah Al-Adawiyah adalah tentang cinta (al-habb) atau muhabbah

sumber :