Raja-Raja Yang Memimpin Kerajaan Mataram

Raja-Raja Yang Memimpin Kerajaan

Raja-Raja Yang Memimpin Kerajaan Mataram

Raja-Raja Yang Memimpin Kerajaan
Raja-Raja Yang Memimpin Kerajaan

Raja-Raja Pemimpin Kerajaan

a. Masa Pemerintahan Empu Sindok (929-948)

Usaha-usaha Empu Sindok dalam memajukan kerajaannya, antara lain sebagai berikut.
1. Memajukan pertanian dan perdagangan, yaitu dengan mengeringkan daerah rawa-rawa untuk lahan pertanian.
2. Memajukan kehidupan beragama, contohnya pembangunan beberapa candi, menyerupai Candi Sanggariti dan Candi Gunung Gangsir.
3. Mengembangkan seni sastra. Pada masa pemerintahan Empu Sindok ditulis buku suci agama Buddha, Sang Hyang Kamahayanikan.
4. Menjunjung martabat kaum wanita. Hal itu dibuktikan dengan ikut sertanya permaisuri dalam pemerintahan. Setelah wafat Empu Sindok digantikan putrinya Sri Isyanatunggawijaya. Selanjutnya, Sri Isyanatunggawijaya digantikan oleh putranya Makutawangsa Wardana.

b. Masa Pemerintahan Dharmawangsa (991-1016)

Pada tahun 991, Dharmawangsa menggantikan Makutawangsa Wardana. Ia bergelar Sri Dharmawangsa Teguh Anantawikramatungga dewa. Raja Dharmawangsa sangat menitikberatkan pemerintah tahannya dalam bidang politik. Hal itu tampak dari upayanya menaklukkan Sriwijaya sebagai penguasa perdagangan di Nusantara. Beberapa kali Dharmawangsa menocoba menaklukkan Sriwijaya, tetapi gagal. Bahkan, Dharmawangsa dan keluarganya gugur lantaran serangan Kerajaan Wora Wari pada ketika komitmen nikah putri Dharmawangsa dengan Airlangga, putra Raja Udayana dari Bali. Wora Wari yakni kerajaan bawahan Sriwijaya yang ada di Jawa. Peristiwa tersebut dikenal dengan Pralaya. Salah seorang anggota keluarga Dharmawangsa yang berhasil melarikan diri dari bencana itu yakni Airlangga.

c. Masa Pemerintahan Airlangga (1019-1048)

Setelah berhasil meloloskan diri beserta para pengikutnya dari Peristiwa Pralaya. Airlangga hidup di tengah hutan. Ia hidup bersama para pertapa. Pada tahun 1019, para utusan rakyat tiba menghadap Airlangga. Mereka minta supaya Airlangga bersedia naik takhta membangun kembali Kerajaan Wangsa Isyana. Pada tahun 1019, Airlangga dinobatkan sebagai raja oleh para pendeta Buddha. Ia kemudian bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. Sebagai permaisurinya yakni Anantangwikramatunggadewa. Sebagai permaisurinya yakni putri dari Dharmawangsa.

Pemulihan Kembali Kekuasaan Wangsa Isyana, Airlangga bercita-cita mengembalikan kekuasaan Wangsa Isyana. Untuk itu, ia terus berusaha menyusun kekuatan bersama para pengikutnya. Salah seorang pengikut setia Airlangga semenjak dari pelarian di tengah hutan hingga ia menjadi raja yakni Narotama. Pada tahun 1028, Airlangga mulai melaksanakan cita-citanya. Kerajaan-kerajaan yang dahulu pernah berada dibawah kekuasan Dharmawangsa, satu per satu sanggup dikuasai kembali. Wilayah kekuasaannya, mencakup Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali. Pusat pemerintahan terdapat di Kahuripan. Lambang negara yang dipakai yakni Garudhamukha. Untuk meningkatnya kesejahteraan rakyat, Airlangga melaksanakan perjuangan sebagai berikut.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/12-hukum-bacaan-tajwid-beserta-contohnya-yang-harus-diketahui/