Rektor UIN Bandung: Guru Besar Mahkluk Langka di Indonesia

Rektor UIN Bandung Guru Besar Mahkluk Langka di Indonesia

Rektor UIN Bandung: Guru Besar Mahkluk Langka di Indonesia

Rektor UIN Bandung Guru Besar Mahkluk Langka di Indonesia
Rektor UIN Bandung Guru Besar Mahkluk Langka di Indonesia

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung bakal menerapkan kebijakan baru

dalam rangka memenuhi kebutuhan Guru Besar.

Pasalnya, jumlah yang ada saat ini dirasa belum mencukupi kebutuhan Guru Besar pada setiap fakultas.

Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Mahmud mengatakan, kebijakan tersebut yakni percepatan Guru Besar. Pihaknya bakal mendukung segala upaya agar dosen yang ada bisa segera mencapai tingkatan Guru Besar.

“Jadi ada yang kita support bagaimana membuat percepatan Guru Besar dan juga percepatan sekarang ini

dapat banyak guru besar. Salah satunya karya besar dari temen-temen percepatan,” kata Mahmud kepada RMOLJabar, Kamis (29/3).

Mahmud mengungkapkan, jumlah Guru Besar yang ada di kampusnya saat ini mencapai 36 orang. Jumlah tersebut mengalami pengurangan dikarenakan ada beberapa Guru Besar yang pensiun dan meninggal dunia.

Akan tetapi, kata Mahmud, jumlah tersebut tetap saja belum bisa dikatakan telah memenuhi kebutuhan kampusnya

dalam arti jumlah. Tetapi secara kualitas pihaknya tidak meragukan.

“Jadi untuk ukuran PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) kita (UIN SGD) masuk kategori yang cukup banyak,” jelas Mahmud.

Menurutnya, Guru Besar di Indonesia dapat dikategorikan ke dalam mahkluk langka.

Pasalnya, dari ratusan juta penduduk Indonesia, jumlah Guru Besar yang ada tidak mencapai angka 5 ribu. UIN SGD, lanjut Mahmud, dari seribu dosen lebih hanya 36 yang menjadi Guru Besar.

“Memang Guru Besar masuk kategori mahkluk langka, harus dilestarikan, termasuk juga tentang tanggungjawabnya. Guru Besar itu paling tidak, tanggung jawab akademik dan tanggung jawab sosial dalam arti moral,” pungkas Mahmud.

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-pasar-modal/