Sejarah di Balik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Sejarah di Balik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Sejarah di Balik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Sejarah di Balik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi
Sejarah di Balik Keutamaan Nabi Muhammad Atas Seluruh Nabi

Sobat, sebagai seorang muslim kita pasti mencintai sang Baginda Rasulullah, Muhammad SAW. Meski tidak pernah bertemu dengannya, namun kepercayaan terhadap dirinya tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan spiritual setiap kaum muslim. Suri tauladan yang Ia lakukan dahulu, ternyata tidak pernah luntur meski sudah berlalu dari ribuan tahun. Miliaran manusia mencintainya, dan segelintir menyangsikan lalu menghinanya. Bahkan tidak mengakuinya sebagai seorang Nabi.

Meski mengimani 24 Nabi lainnya, namun Nabi Muhammad SAW memang memiliki keutamaan dibandingkan dengan nabi-nabi lainnya, yakni Alquran Kalam Allah. Letak keutamaan Rasulullah SAW di antara para nabi dan rasul lain terletak pada sifat wahyunya yang umum, menyeluruh dan berlaku bagi semua umat manusia.

Allah SWT memberikan mukzijat kepada sang Baginda Rasulullah bersifat nonmateri. Mukjizat yang diterima ini ini berbeda dengan mukjizat para rasul sebelumnya yang bersifat materi dan terbatas dari sisi waktu dan tempat.

Nabi Muhammad SAW oleh Allah dijadikan Rahmat bagi alam semesta.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. 21, Al-Anbiyaa’:107)

Kelahirannya telah ditunggu-tunggu oleh umat sebelumnya.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّراً بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”” (QS.61, Ash-Shaff:6)

Nabi Muhammad SAW benar-benar berbudi pekerti agung.

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS.68, Al-Qalam:4)

Sobat, itulah keutamaan Nabi Muhammad SAW dibandingkan dengan Nabi lainnya. Terkadang, nonmateri mukjizat yang diterimanya membuat para kaum kafir meragukan dirinya sebagai Nabi. Namun sebagai umat muslim, kebenaran Alquran yang dibawa Muhammad sudah cukup membuktikan kenabiannya. Meski tanpa melihat wujudnya, meski tidak pernah merasakan sendiri kehidupan bersamanya, namun kerinduan terhadap Sang Nabi membuat kebahagiaan di dunia ini tiada berarti.

Baca juga artikel: