Pendidikan

Sejarah Kebudayaan Rakyat

Sejarah Kebudayaan Rakyat

Sebenarnya agak sulit untuk membedakan sejarah kebudayaan dengan sejarah kebudayaan rakyat atau the history of popular culture. Kesulitan itu secara teoritik tidak membedakan secara eksplisit antar “kebudayaan atas” dengan “kebudayaan Bawah”. Namun secara realitas – empiric, perbedaan ini tampak bukan dalam struktur, melainkan praksisnya.

  1. Sejarah Intelektual

Secara filosofis hubungan sejarah dengan intelektual lebih erat dengan aliran fenomenologi yang mengkaji tentang fenomena – fenomena atau apa saja yang tampak. Dalam suatu fakta sejarah, ragamnya dapat berupa artifact (benda), socifact (hubungan social), dan mentifact (kejiwaan). Namun, perlu dicatat disini, bahwa tidak semua bentuk kesadaran meninggalkan bekas. Banyak sekali peninggalan – pennggalan yang ikut musnah terbawa sampai ke liang lahat. Disinilah sejarawan dituntut keahlianya untuk dapat merekam kesadaran tersebut yang menyangkut dengan alam pikiran manusia masa lalu yang menjadi pusat perhatian sejarah intelektual. Karena, alam pikiran itu sendiri memiliki struktur yang bertahan lama dan dapat direkam.

  1. Sejarah Keluarga

Sebagaisuatu bidang riset, sejarah keluarga (family history) mulai muncul pada tahun 1950-an sebagai bagian tumbuhnya minat terhadap sejarah ekonomi dan sejarah social (wall, 2000:340-341). Dimana para ahli sejarah mencari informasi mengenai keluarga dari berbagai sumber, mulai dari dokumen – dokumen legal, catatan kasus – kasus pengadilan, sejarah nama – nama keluarga, lukisan lama, naskah perjanjian, dan berbagai penggalian arkeologis di lokasi – lokasi milik pribadi, maupun milik public untuk mengungkap cikal bakal kehidupan keluarganya (Gotain, 1978; Rawson, 1906; Gardner, 1985).

  1. Sejarah Etnis

Pada umumya sejarah etnis (etnohistory) ditulis untuk merekonstruksi sejrah dari kelompok – kelompok etnis sejak sebelum datangnya bangsa eropa sampai dengan interaksi mereka dengan orang – orang eropa. Sejarah etnis tersebut mulai digunakan secara umum oleh pakar antropologi, arkeologi, dan sejarawan sejak tahun 1940-an (Sjamsuddin, 1996:215). Contoh sejarah etnis adalah sejarah etnis Aztec, maya, aborigin, dan maori.

Adapun ruang lingkup sejarah etnis ini mencakup kajian – kajian yang meliputi aspek – aspek social, ekonomi, kebudayaan, kepercayaan masyarakat, interaksi dalam lingkungan masyarakat atau kelompok, kekerabatan, perubahan – perubahan social – budaya, migrasi, dsb. Untuk menyusun sejarah etnis yang baik, diperlukan suatu pembahasan yang bersifat interdisipliner untuk mengungkap secara mendalam dari berbagai aspek kehidupan.

sumber :

https://montir.co.id/seva-mobil-bekas/