Sekolah Disegel Warga, Siswa Terpaksa Belajar di Halaman Pura, Kok Bisa?

Sekolah Disegel Warga, Siswa Terpaksa Belajar di Halaman Pura, Kok Bisa

Sekolah Disegel Warga, Siswa Terpaksa Belajar di Halaman Pura, Kok Bisa?

Sekolah Disegel Warga, Siswa Terpaksa Belajar di Halaman Pura, Kok Bisa
Sekolah Disegel Warga, Siswa Terpaksa Belajar di Halaman Pura, Kok Bisa

Bisa menimba ilmu di bangku pendidikan yang memadai merupakan impian banyak anak di Tanah Air. Namun, impian tersebut tak semulus yang diharapkan.

Seperti yang dialami siswa siswi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Puhu

, Payangan, Gianyar. Lokasi sekolah yang biasa mereka tempati untuk menimba ilmu berada di tanah sengketa. Saat ini lokasi tersebut disegel oleh warga sekitar.

Akibatnya, puluhan siswa di SD tersebut pun terpaksa belajar di luar gedung sekolah tepatnya di areal halaman Pura desa setempat. Para siswa ini belajar di luar ruangan sekolah sejak hari pertama masuk pada Senin 17 Juli 2017.

Kepala SDNB 2 Puhu, I Wayan Candra, mengatakan, ada tiga kelas masing-masing kelas satu, dua, dan tiga, terpaksa diungsikan ke areal pura, karena kelas mereka digembok warga. Penggembokan serta pemagaran ini, berawal dari kesepakatan Pemkab Gianyar yang akan mengambalikan sebagian lahan sekolah yang memanfaatkan lahan warga. Namun hingga lima tahun lebih, lahan warga itu tidak juga dikembalikan.

”Hanya ada tiga kelas yang bisa dipakai. Kelas tiga sampai enam. Harapan kami,

tahun ini pemerintah sudah membangun ruang kelas baru agar anak-anak bisa belajar di dalam,” terangnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, sejak tahun 2015 terdapat tiga kasus sengketa lahan. Di antaranya SD Negeri 1 Melinggih Kelod Payangan, SDN 1 Pejeng Kaja dan SDN 2 Puhu. Terkait hal tersebut, hanya kasus SDN 1 Melinggih Kelod yang sudah diselesaikan kasusnya.

Sementara SDN 1 Pejeng Kaja masih berproses pengadilan, dan untuk SDN 2 Puhu ini Dinas Pendidikan Gianyar telah meminta pemilik lahan agar diberikan menggunakan tanahnya tersebut hingga tahun 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Made Suradnya mengatakan,

permasalahan tanah sekolah belakangan ini marak terjadi lantaran harga tanah saat ini tinggi.

“Ya karena dulu tanah memang tak berharga, masih murah. Sekarang, ahli warisnya memintanya dan menuntut. Banyak tanah sekolahan yang diminta,” terangnya.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21235/contoh-teks-eksplanasi