Sekolah Inklusi Tak Punya Guru Khusus
Pendidikan

Sekolah Inklusi Tak Punya Guru Khusus

Sekolah Inklusi Tak Punya Guru Khusus

Sekolah Inklusi Tak Punya Guru Khusus
Sekolah Inklusi Tak Punya Guru Khusus

Sekolah inklusi di Kota Bekasi tak punya guru pendamping khusus bagi anak

berkebutuhan khusus (ABK). Kondisi ini terjadi di SMPN 34 Kota Bekasi.

Sekolah tersebut telah ditunjuk oleh pemerintah setempat sejak 2018 menjadi sekolah inklusi. Namun hingga saat ini, tak memiliki guru khusus pendamping bagi ABK.

Selain tak adanya tenaga pengajar khusus, fasilitas bagi siswa inklusi juga belum maksimal. Alhasil, proses belajar mengajar digabung dengan siswa reguler. ”Siswa Inklusi kami satukan bersama siswa reguler lainnya, sebab tidak mungkin 3 siswa kami pisah sendiri karena ruangan yang dimiliki juga terbatas. Kita pun pihak sekolah belum memiliki guru khusus siswa inklusi, jadi jika dipisah siapa yang akan mengajar,” ujar Wakil Kepala Sekolah SMPN 34 Kota Bekasi Bidang Kesiswaan, Kuswoyo, kepada Radar Bekasi, Selasa (9/7).

Oleh karena itu, orang tua dari siswa inklusi harus mendampingi anaknya

saat proses belajar di kelas. Pihak sekolah juga masih terus belajar mendampingi ABK karena belum adanya pelatihan yang diberikan oleh pemerintah.

”Kita masih pelajari siswa inklusi di dampingi oleh orang tuanya masing-masing. Sebab yang mengetahui karakter anak inklusi tersebut adalah orang tuanya,” katanya.

Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, kuota siswa inklusi

di SMPN 34 Kota Bekasi, lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, sudah 3 siswa inklusi dari 324 siswa reguler yang mendaftar.

”Tahun lalu kami kami menerima siswa inklusi sebanyak 2 persen dari daya tampung, tapi saat ini kami hanya menerima 1 persen dari daya tampung,” tuturnya.

Adapun proses pendaftarannya dilakukan secara offline atau manual. Orang tua ABK yang mendaftarkan anaknya wajib melampirkan surat keterangan dari psikolog ataupun dokter.

 

Baca Juga :