Sumber – Sumber Permodalan
Agama

Sumber – Sumber Permodalan

Sumber – Sumber Permodalan

  1. Modal Dasar
  2. Modal pribadi

Dalam UU No. 12 Tahun 1967 Tentang pokok – pokok perkoperasian pasal 32 ayat 1 ditentukan bahwa modal koperasi itu terdiri dari dan dipupuk dari simpanan-simpanan, pinjaman-pinjaman, penyisihan-penyisihan dari hasil usahanya termasuk cadangan serta sumber-sumber lain. Kemudian dalam ayat 2 dikatakan bahwa simpanan anggota didalam koperasi terdiri dari: Simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Masing-masing jenis simpanan tersebut mempunyai tanggung jawab yang berbeda-beda terhadap kerugian yang mungkin terjadi atau bila mana koperasi itu kemudian dibubarkan. Jadi disini pengertian modal lebih dilihat dari segi wujud atau sebagai bukti (evidence).[11]

Masing – masing jenis simpanan tersebut dalam UU No. 12 Tahun 1967 diberikan definisi sebagai berikut :

1)   Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang diwajibkan kepada anggota untuk diserahkan kepada koperasi pada waktu seseorang masuk menjadi anggota koperasi tersebut dan besarnya sama untuk semua anggota. Simpanan pokok ini tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota. Simpanan pokok ini ikut menanggung kerugian.

2)   Simpanan wajib adalah simpanan tertentu yang diwajibkan kepada anggota untuk membayarnya kepada koperasi pada waktu – waktu tertentu, misalnya ditarik pada waktu penjualan barang – barang atau ditarik pada waktu anggota menerima kredit dari koperasi dan sebagainya. Simpanan wajib ini tidak ikut menanggung kerugian.

Undang – Undang koperasi No. 25 Tahun 1992 ini sengaja tidak menyebut – nyebut adanya simpanan sukarela dalam permodalan koperasi, karena jenis simpanan ini sudah tersirat dalam modal pinjaman, seperti yang tertera dalam pasal 41 ayat 3, yang mengatakan bahwa modal pinjaman dapat berasal dari: anggota, koperasi lain atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, sumber lain yang sah.

Tentang kemungkinan penghimpunan modal koperasi melalui penerbitan obligasi tampaknya masih sulit untuk dilaksanakan oleh koperasi melihat kondisi koperasi pada dewasa ini. Persyaratan-persyaratan yang pada dewasa ini masih sulit untuk bisa dipenuhi oleh koperasi. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya adalah:

  • Bagi emitan, harus mempunyai modal telah disetor penuh, sekurang-kurangnya 200 juta.
  • Dalam tahun buku terakhir secara berturut-turut memperoleh laba.
  • Laporan keuangan telah diperiksa oleh Akuntan Publik/ Negara untuk 2 tahun terakhir secara berturut-turut dengan pernyataan pendapat wajar tanpa syarat untuk tahun terakhir.
  • Memiliki rekomendasi dari Bank Indonesia mengenai jumlah obligasi yang dapat diterbitkan, jika perusahaan tersebut berupa bank.[12]

3)             Dana Cadangan

Dana cadangan ialah sejumlah uang yang diperoleh dari sebagian sisa hasil uasaha yang tidak dibagikan kepada anggota. Tujuannya dalah untuk memupuk modal sendiri (equity) yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila koperasi membutuhkan “dana segar” secara mendadak atau dapat digunakan untuk menutup kerugian dalam menjalankan usaha.

Sumber :

https://phpmag.net/samsung-galaxy-s8-bisa-dipakai-untuk-google-vr/