Tak ada anggaran, Kemenag undur penerapan kurikulum

Tak ada anggaran, Kemenag undur penerapan kurikulum

Tak ada anggaran, Kemenag undur penerapan kurikulum

Tak ada anggaran, Kemenag undur penerapan kurikulum
Tak ada anggaran, Kemenag undur penerapan kurikulum

Kementerian Agama (Kemenag) akan menerapkan pendidikan kurikulum 2013

pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Sanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di tahun 2014.
Hal ini dikarenakan penggandaan buku pedoman siswa dan guru karena keterbatasan anggaran.

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Nur Syam mengatakan, pertimbangan mendasar Kemenag tidak menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ini karena penggadaan buku pedoman siswa dan guru serta buku pelajaraan yang tidak dapat dilakukan, karena ketersedian anggaran yang masih tertahan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Saat ini Kemenag masih menuggu penelaah pada akhir bulan Juni

, sehingga tidak mungkin diadakan lelang terkait dengan anggran yang belum ada

Problema adari awal ialah perubahan anggaran yang tidak tersedia sebelumnya dan realokasi anggaran. Didalam realitasnya tidak hanya melibatkan satu pihak di DPR alhasil terjadi keterlibatan sehingga dana tersebut tidak tersedia,” tandas dia saat dihubungi SINDO, Selasa (19/6/2013).

Nur Syam mengatakan, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp298 miliar

, selain untuk penggadaan buku, dana tersebut juga akan digunakan untuk pelatihan 130 ribu guru. 70 ribu orang untuk melatih guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan bahasa arab. Selain itu 60 ribu guru PAI dan mata pelajaran umum seperti kimia, fisika dan biologi.

Lanjut dia, setelah Kemenkeu selesaikan anggaran tersebut, langsung akan dirumuskan pembuatan buku teks PAI dan bahasa arab. Diperkirakan pada akhir bulan Juni permasalahan anggaran tersebut selesai. “Jadi pada akhir juli kita dapat menjalan pelatihan untuk para guru dan mempersiapkan buku pedoman dan pelajaran,” ucap Nur Syam.

Yang terpenting, lanjutnya, sosialisasi penyusunan pedoman kurikulum 2013 dapat terlaksana dan dapat terimplementasikan pada 2014 pada kelas I, IV. VII dan X secara tepat. “Saya rasa masalah ini tidak lah besar jika tidka dilaksanakan pada 2013 ini, kita hanya tinggal menunggu waktu pada awal Juli dan minggu kedua dan ketiga dapat dilakukan pelatihan,” tegas nya.

 

Baca Juga :