Tenaga Eksogen

Tenaga Eksogen

Tenaga Eksogen

Tenaga Eksogen
Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen merupakan gaya yang berasal dari luar bumi yang dapat mengubah keadaan di permukaan bumi. Misalnya : terjadinya erosi karena banjir, angin puting beliung, sedimentasi, gejala akibat perbahan iklim/ciaca, pelapukan dan sebagainya. Bencana alam merupakan rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh gaya endogen dan gaya eksogen yang mungkin terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan yang dapat mengakibatkan timbulnya kerusakan di muka bumi. Akibat gaya endogen yang dapat menyebabkan bencana alam geologis. Munculnya perubahan cuaca mendadak yang dapat mengakibatkan bencana alam klimatologis. Gejala runtuh atau matinya benda angkasa dan jatuh ke permukaan bumi mengakibatkan bencana alam ekstra terestial.

Hal lain yang berkaitan dengan bencana yang disbabkan oleh ulah atau tindakan manusia yang mengakibatkan bencana alam erosi air atau angin yang merusak lingkungan hidup. Kerusakan di muka bumi ini berkaitan dengan perubahan yang mengarah pada kerugian baik, kematian, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan sebagainya.
Tenaga eksogen merupakan kebalikan dari tenaga endogen, yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum dari tenaga eksogen merupakan merusak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bisa dikatakan bahwa tenaga eksogen merupakan tenaga perusak. Contoh, bukit dan tebing yang telah terbentuk oleh tenaga endogen dirusak terkikis oleh angin yang dimana angin merupakan tenaga eksogen. Secara umum tenaga eksogen dibagi menjadi tiga sumber, yaitu:
1. Atmosfere, yaitu perubahan suhu dan angin.
2. Air bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.
3. Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.
Tenaga eksogen dapat menyebabkan terjadinya pelapukan (weathering), erosi, tanah longsor, dan tanah menjalar (soil creep). Dengan adanya tenaga eksogen, litosfer mengalami kerusakan kemudian dibangun lagi oleh tenaga endogen, lalu dirusak lagi oleh tenaga eksogen, selanjutnya dibangun lagi oleh tenaga endogen, dan seterusnya.