Tingkatkan Skill Siswa, Kawan Lama Dukung LKS SMK di Jawa Timur
Teknologi

Tingkatkan Skill Siswa, Kawan Lama Dukung LKS SMK di Jawa Timur

Tingkatkan Skill Siswa, Kawan Lama Dukung LKS SMK di Jawa Timur

Tingkatkan Skill Siswa, Kawan Lama Dukung LKS SMK di Jawa Timur
Tingkatkan Skill Siswa, Kawan Lama Dukung LKS SMK di Jawa Timur

TULUNGAGUNG – Menciptakan lulusan SMK yang berkualitas di industri, membutuhkan para pihak yang mau mendukung siswa bisa memiliki keterampilan mumpuni dalam mengoperasikan mesin yang ada pada industri. Mewujudkan hal tersebut, PT Kawan Lama Sejahtera berkomitmen mendukung program link and match dunia usaha dunia industri (DUDI) dengan pendidikan vokasi (SMK).

Dukungan itu diberikan melalui kegiatan LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK

yang sudah dilakukan dalam tiga tahun terakhir. Dalam LKS SMK ke-28 yang digelar di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada 27-30 Januari 2020, Kawan Lama menguji kompetensi para siswa se-Jawa Timur, khususnya pada bidang lomba Metrologi, CNC Milling, dan CNC Turning.

Di even yang diikuti oleh 1.332 siswa SMK itu, perusahaan juga memberi dukungan berupa kebutuhan pendidikan siswa SMK lewat hibah dua unit mesin CNC (Computer Numerical Control) Drilling Milling ZXK32 sebagai alat praktik di sekolah.

Baca Juga:

LG Perluas Varian Mesin Cuci Pintar dengan Uap dan Pengering
Lampu Philips Smart WiFi LED Sambangi Indonesia, Ini Kebisaannya

“Kawan Lama memberikan dukungan dengan dua unit mesin CNC MiIling

untuk mendukung vokasi, dalam hal ini SMK. Kami berharap SMK semakin berkualitas dan berprestasi supaya gap antara industri dan SMK semakin tipis, sehingga industri akan banyak menyerap siswa-siswa SMK yang berkualitas,” ucap Tony Sartono, Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera.

Mesin yang diserahkan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur

, Wahid Wahyudi, dan nantinya akan diberikan ke SMK di Tulungagung, Jawa Timur. Mesin CNC Drilling Milling ZXK32 merupakan mesin CNC Milling berbasis industrial grade. Artinya, jelas Tony, tidak hanya diperuntukkan untuk pelatihan saja, tetapi sudah memenuhi standar proses produksi.

 

Baca Juga :