Pendidikan

 Tujuan Metodologi Ekonomi Islam

 Tujuan Metodologi Ekonomi Islam

Tujuan utama dari metodologi adalah membantu mencari kebenaran. Islam meyakini bahwa terdapat dua sumber kebenaran mutlak, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kebenaran inilah yang mendasari pengambilan keputusan ekonomi dan proses pengambilan keputusan inilah yang disebut sebagai rasionalitas islam. Literatur islam yang ada sekarang ini mengenai ekonomi menggunakan dua macam metode, yaitu:

  1. Metode deduksi

Metode ini dikembangkan oleh para ahli hukum islam dan sangat dikenal di kalangan mereka, diaplikasikan terhadap ekonomi islam modern untuk menampilkan prinsip-prinsip islam dan kerangka hukumnya dengan berkonsultasi dengan sumber-sumber hukum islam, Al-Qur-an dan As-Sunnah.

  1.  Metode pemikiran retrospektif

Metode ini digunakan banyak penulis muslim kontemporer yang merasakan tekanan, kemiskinan dan keterbelakangan di dunia islam dan burusaha mencari berbagai pemecahan terhadap persoalan-persoalan ekonomi umat muslim dengan kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mencari dukungan atas pemecahan tersebut dan mengujinya dengan memperhatikan petunjuk Tuhan.

 Bagaimana mengembangkan yang perlu diterapkan untuk mendapatkan ilmu     yang Islami ?.

Menurut  Muhammad ada tiga model yang ditawarkan untuk       diimplementasikan dalam pengembangan ilmu yang Islami, yaitu:

  1. Model Postulasi

Model ini dibangun dengan kerangka deduksi. Pijakannya berawal dari konsep idealisasi. Model ini berangkat dari konsep idealisasi, yang meliputi, konsep idealisasi teoritik, konsep idealisasi moralistik, dan konsep idealisasi transendental. Model postulasi dalam ekonomi Islam dapat masuk dalam konsep idealisasi transendental. Karena bertolak dari aksioma, postulat, hukum , nash, atau konstruksi teoritik holistik membangun keseluruhan sistematika disiplin ilmu itu.

Model ini akan lemah konstruksinya bila postulasinya dirumuskan atau dibangun secara apriori atau spekulatif, dan akan kuat bila dibangun lewat penelitian empirik atau lewat proses berpikir reflektif. Sebagai contoh model ini diterapkan oleh Haider Naqvi dalam pengembangan ilmu ekonomi Islam, dengan berdasarkan pada empat aksioma, yaitu: unity, equilibrium, free will, dan responsibility.  Artinya sisitem ekonomi Islam dibangun dengan tujuan moral; keselarasan; keadilan; kebebasan yang tidak merusak keselarasan serta keadilan dan tanggung jawab.

Kejernihan akal budi memungkinkan  manusia menangkap makna

integral dari moralitas al-Qur’an dan sunnaturrasul. Perlu disadari

sadari bahwa ada dua pemaknaan yaitu : pemaknaan substansif serta instrumentatif, dan pemaknaan dalam

arti tafsir serta dalam arti takwil.

Sumber :

https://menitpertama.id/pet-salon-apk/